JPMorgan Prediksi Bitcoin Capai Rp 2.76 miliar ($165,000) Tahun 2025, Naik Karena Minat Ritel
Finansial
Mata Uang Kripto
03 Okt 2025
257 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Bitcoin menunjukkan potensi kenaikan harga yang signifikan menurut analisis JPMorgan.
Investasi dalam ETF Bitcoin meningkat pesat, menunjukkan minat yang kuat dari investor ritel.
Situasi ekonomi global saat ini mempengaruhi keputusan investasi dalam aset alternatif seperti Bitcoin dan emas.
Bitcoin baru saja menembus harga Rp 2.00 miliar ($120,000) , dan JPMorgan Chase menaikkan target harga Bitcoin untuk akhir tahun 2025 menjadi Rp 2.76 miliar ($165,000) . Kenaikan ini didorong oleh perbandingan nilai Bitcoin terhadap emas, di mana Bitcoin dianggap undervalued saat ini. Hal ini membuka potensi kenaikan harga Bitcoin yang signifikan dalam waktu dekat.
Para analis JPMorgan melihat rasio volatilitas Bitcoin terhadap emas kini di bawah 2,0. Ini berarti Bitcoin harus naik sekitar 42% untuk menyamai tingkat investasi emas, terutama emas dalam bentuk investasi pribadi. Kondisi ini berbeda dengan beberapa bulan lalu saat Bitcoin katanya overvalued hingga Rp 601.20 juta ($36,000) .
Kenaikan harga tersebut juga didukung oleh banyaknya investor ritel yang membeli Bitcoin dan ETF emas sebagai cara melindungi aset dari inflasi, defisit anggaran, dan lemahnya kepercayaan terhadap mata uang fiat. Fenomena ini terjadi terutama di pasar negara berkembang, yang membuat Bitcoin populer sebagai aset alternatif.
Walau investor ritel menjadi dominan dalam pembelian ETF Bitcoin, institusi masih aktif menggunakan futures di CME untuk hedging. Data terbaru menunjukkan interest terbuka futures mencapai Rp 1.34 quadriliun ($80,4 miliar) , level tertinggi sejak pertengahan September. Namun, kabar potensi shutdown pemerintah AS bisa menunda peluncuran ETF spot kripto baru.
Selain Bitcoin, produk investasi kripto seperti Ethereum, XRP, dan Dogecoin juga mengalami kenaikan. Dengan aliran dana yang besar dan minat tinggi dari BlackRock dan Fidelity pada ETF Bitcoin, pasar kripto tampak semakin menarik bagi berbagai kalangan. Semua ini menandakan masa depan cerah namun tetap penuh risiko bagi investor kripto.
Analisis Ahli
Nate Geraci
Shutdown pemerintah yang berkepanjangan akan berdampak langsung pada peluncuran ETF spot kripto baru, menghambat pertumbuhan likuiditas dan adopsi institusional.