Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Polymarket Siap Kembali Bersaing di AS Setelah Akuisisi dan Lisensi CFTC

Finansial
Perencanaan Keuangan
YahooFinance YahooFinance
02 Okt 2025
81 dibaca
2 menit
Polymarket Siap Kembali Bersaing di AS Setelah Akuisisi dan Lisensi CFTC

Rangkuman 15 Detik

Polymarket akan kembali beroperasi di AS setelah hampir empat tahun dilarang.
CFTC memberikan izin untuk pasar prediksi, memungkinkan lebih banyak jenis taruhan di AS.
Kalshi menjadi pesaing utama Polymarket di pasar AS, meskipun menghadapi tantangan hukum yang signifikan.
Polymarket, platform pasar prediksi yang sebelumnya dilarang beroperasi di Amerika Serikat sejak Januari 2022, kini bersiap untuk meluncurkan kembali layanan mereka di AS mulai 2 Oktober 2025. Langkah ini dimungkinkan setelah Polymarket mengakuisisi QCX LLC senilai 112 juta dolar dan mendapatkan lisensi Designated Contract Market dari Commodity Futures Trading Commission (CFTC). Dengan lisensi ini, Polymarket dapat secara resmi melayani pengguna AS dengan berbagai jenis pasar, termasuk taruhan olahraga dan politik. Selama masa larangan di AS, Polymarket terus tumbuh pesat secara global, memproses lebih dari 6 miliar dolar dalam taruhan pada paruh pertama 2025. Mereka juga terkenal dengan prediksi keberhasilan Donald Trump dalam pemilihan presiden 2024. Perusahaan ini juga mendapat suntikan dana besar sebesar 200 juta dolar pada Juni 2025 yang membawa valuasinya ke angka 1 miliar dolar, dan kini sedang berdiskusi untuk pendanaan yang bisa menaikkan valuasi hingga lebih dari 10 miliar dolar. Polymarket memperkuat kehadiran dan jaringan di AS dengan mendatangkan Donald Trump Jr. ke dewan penasihat dan menerima investasi dari firma ventura miliknya, 1789 Capital. Tahun 2025 menjadi tahun strategis bagi Polymarket, ditandai juga dengan surat no-action dari CFTC yang menandakan lampu hijau untuk kembali melayani pasar AS secara legal dan berkomitmen penuh pada kepatuhan aturan. Pasar prediksi AS selama ini didominasi oleh Kalshi, pesaing Polymarket yang telah mengantongi lisensi DCM dan berhasil mencatatkan volume perdagangan lebih besar tiga minggu berturut-turut di September 2025. Namun, Kalshi menghadapi tantangan hukum dari otoritas negara bagian terkait operasi pasar taruhan olahraga yang dianggap tidak berlisensi, sehingga persaingan dengan Polymarket tidak hanya soal inovasi, tapi juga regulasi yang ketat. Untuk memperkuat produknya, Polymarket telah bekerja sama dengan platform X milik Elon Musk dan mengintegrasikan kecerdasan buatan dari chatbot xAI Grok. Mereka juga menawarkan yield tahunan 4% pada posisi jangka panjang di pasar politik dan geopolitik. Dengan semua persiapan ini, Polymarket berambisi menjadi pemain utama di pasar prediksi AS, sambil terus menghadapi berbagai tantangan regulasi di pasar internasional.

Analisis Ahli

Brett Harrison (CEO Kalshi)
Lisensi DCM mengubah lanskap pasar prediksi, membuka peluang tetapi juga tantangan regulasi yang besar bagi semua pemain industri.
Angela Walch (Profesor Keuangan dan Hukum, Universitas St. Mary's)
Pengakuan dan lisensi resmi dari CFTC akan meningkatkan legitimasi dan kepercayaan pasar prediksi sebagai instrumen keuangan yang sah.
Shayne Coplan (CEO Polymarket)
Kami percaya inovasi produk dan dukungan investor besar akan membawa Polymarket menjadi pemimpin pasar prediksi dengan cakupan lebih luas di AS.