AI summary
Polymarket berencana untuk meluncurkan token kripto setelah mendapatkan kembali pijakan di pasar AS. Perusahaan telah menerima investasi besar yang meningkatkan nilainya hingga $9 miliar. Pasar prediksi telah mengalami pertumbuhan yang signifikan dengan volume trading yang tinggi. Polymarket, sebuah platform pasar prediksi, mendapatkan investasi sebesar 2 miliar dolar Amerika Serikat dari Intercontinental Exchange yang juga pemilik New York Stock Exchange. Investasi ini meningkatkan valuasi Polymarket menjadi 9 miliar dolar AS dan membuka jalan bagi perusahaan untuk kembali ke pasar Amerika Serikat setelah sempat dilarang pada 2022.Pada 2022, Polymarket sempat dilarang oleh regulator AS, CFTC, karena pelanggaran laporan dan pencatatan data swap. Meski demikian, perusahaan berhasil bertahan dan mendapatkan dukungan dari sejumlah investor besar, termasuk Coinbase dan Founders Fund, serta mengakhiri penyelidikan hukum tanpa dakwaan.Untuk kembali meraih pasar AS, Polymarket mengakuisisi QCX, sebuah bursa derivatif yang telah mendapatkan persetujuan dari CFTC. Hal ini memungkinkan Polymarket membuka kembali pasar prediksi untuk pengguna AS mulai Oktober 2025 dan memulai proses pendaftaran pengguna baru.Spekulasi mengenai peluncuran token kripto native POLY kembali menguat setelah CEO Polymarket, Shayne Coplan, membagikan kode ticker POLY dalam daftar token terkemuka. Token ini diprediksi akan diluncurkan tahun depan sekaligus menjadi alat untuk memberi hadiah penggunanya.Pasar prediksi saat ini dipimpin Kalshi dengan pangsa pasar sebesar 66%, sementara Polymarket menguasai 31%. Melalui peluncuran token dan strategi pengembalian ke pasar AS, Polymarket berharap dapat meningkatkan daya saing dan volume perdagangan di sektor ini.
Polymarket menempuh strategi yang cerdas dengan mengintegrasikan token kripto setelah pulih dari hambatan regulasi, menunjukkan ambisi jangka panjang yang kuat di industri pasar prediksi. Namun, tantangan besar tetap ada dalam menghadapi dominasi Kalshi dan mempertahankan kepercayaan pengguna yang sempat goyah akibat masalah hukum sebelumnya.