Elon Musk Jadi Orang Pertama Dengan Kekayaan Rp 8.35 quadriliun (US$500 Miliar) Berkat Tesla dan SpaceX
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
02 Okt 2025
168 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Elon Musk menjadi orang pertama dengan kekayaan mencapai US$500 miliar.
Peningkatan kekayaan Musk didorong oleh performa saham Tesla dan keberhasilan perusahaan lainnya.
Proyeksi masa depan menunjukkan Musk bisa menjadi orang pertama dengan kekayaan US$1 triliun pada tahun 2033.
Elon Musk baru saja membuat sejarah dengan menjadi manusia pertama yang memiliki kekayaan pribadi sebesar Rp 8.35 quadriliun (US$500 miliar) pada 1 Oktober 2025. Keberhasilan ini didukung oleh kenaikan tajam harga saham Tesla yang mencapai hampir 4% dalam satu hari, serta bisnis lainnya seperti SpaceX dan xAI Holdings yang semakin bernilai besar.
Sebelum mencapai angka Rp 8.35 quadriliun (US$500 miliar) , Musk telah mencetak rekor sebagai orang pertama yang memiliki kekayaan Rp 6.68 quadriliun (US$400 miliar) pada Desember 2024. Meskipun sempat sempat dikalahkan oleh Larry Ellison dari Oracle, Musk kembali merebut posisi teratas dan menjaga jarak kekayaan dengan selisih sangat besar.
Tesla tetap menjadi sumber utama kekayaan Musk, dengan 12% sahamnya bernilai sekitar Rp 3.19 quadriliun (US$191 miliar) . Disamping itu, perusahaan roket SpaceX yang bernilai Rp 6.68 quadriliun (US$400 miliar) dan xAI Holdings senilai Rp 1.89 quadriliun (US$113 miliar) juga memberi kontribusi besar bagi total kekayaan miliarder ini.
Selain dari saham yang sudah dimiliki, Musk berpotensi mendapat paket kompensasi baru dari Tesla yang bisa memberinya saham tambahan senilai hingga Rp 16.70 quadriliun (US$1 triliun) dalam 10 tahun jika target kinerja tercapai. Ini merupakan salah satu paket gaji tertinggi dalam sejarah perusahaan manapun.
Melihat tren kenaikan kekayaan Elon Musk sejak 2020, para analis memprediksi ia bisa menjadi orang pertama yang memiliki kekayaan Rp 16.70 quadriliun (US$1 triliun) pada 2033. Namun, pencapaian ini tetap bergantung pada perkembangan bisnis, performa pasar saham, dan keputusan hukum terkait opsi sahamnya.
Analisis Ahli
Warren Buffett
Kekayaan yang berkorelasi kuat dengan harga saham perusahaan milik sendiri memang memberikan peluang luar biasa, tapi juga risiko besar jika perusahaan menghadapi tantangan pasar.Chamath Palihapitiya
Musk menunjukkan bagaimana inovasi disruptif dan kepemimpinan visioner dapat menciptakan nilai luar biasa yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam dunia bisnis dan teknologi.

