Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Alasan Hujan Lebat Rutin di Jakarta Dipicu Musim Peralihan dan Siklon Tropis

Sains
Iklim dan Lingkungan
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
02 Okt 2025
228 dibaca
1 menit
Alasan Hujan Lebat Rutin di Jakarta Dipicu Musim Peralihan dan Siklon Tropis

Rangkuman 15 Detik

Jakarta mengalami hujan lebat akibat peralihan musim dari kemarau ke hujan.
BMKG memperingatkan tentang potensi bahaya hidrometeorologi selama musim hujan.
Tanda-tanda musim hujan teramati dari fenomena siklon tropis dan pembentukan tekanan di wilayah selatan Indonesia.
Jakarta dan sekitarnya sering diguyur hujan lebat pada sore hingga malam hari. BMKG menjelaskan hal ini karena Indonesia sedang mengalami masa peralihan dari musim kemarau menuju musim penghujan pada September hingga Oktober 2025. Hujan yang terjadi biasanya disebabkan oleh pemanasan permukaan yang kuat sehingga membentuk awan konvektif tebal bernama Cumulonimbus. Hujan pada periode ini cenderung deras, singkat, dan disertai petir serta angin kencang. Wilayah barat Jawa termasuk yang diperkirakan akan mengalami musim hujan dengan curah hujan lebih tinggi dari normal. BMKG mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap risiko banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Pakar klimatologi BRIN, Erma Yulihastin, menyatakan bahwa hujan juga melanda wilayah lain seperti Bandung, Purwakarta, Bogor, dan sebagian Jawa Timur. Fenomena ini diperkuat oleh kehadiran dua siklon tropis dan tekanan rendah di selatan Indonesia. Secara umum, musim hujan tahun 2025/2026 diprediksi normal namun beberapa wilayah masih berpotensi mengalami curah hujan di atas normal. Warga perlu terus mengikuti informasi cuaca untuk mengantisipasi cuaca ekstrem.

Analisis Ahli

Erma Yulihastin
Hujan yang meluas dari Jakarta ke wilayah lain seperti Bandung dan Jawa Timur adalah tanda jelas awal musim hujan yang diperkuat oleh aktivitas siklon tropis dan tekanan rendah di wilayah selatan Nusantara.