Meta Incar Startup Chip Rivos untuk Perkuat Dominasi di AI
Teknologi
Kecerdasan Buatan
01 Okt 2025
292 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Meta Platforms berupaya mengamankan kapasitas chip untuk mendukung kebutuhan AI-nya.
Rivos memiliki potensi besar dalam membangun chip untuk pusat data AI dan sedang dalam pencarian pendanaan.
Kompetisi di industri AI semakin ketat, mendorong perusahaan seperti Meta untuk mempertimbangkan akuisisi strategis.
Meta Platforms tengah mempertimbangkan untuk membeli Rivos, sebuah startup chip yang berbasis di Santa Clara, Amerika Serikat. Rivos membangun prosesor khusus untuk pusat data AI, dan sedang mengejar pendanaan dengan valuasi sekitar 2 miliar dolar AS.
Rivos memiliki tim yang berisi ahli dari perusahaan teknologi besar seperti Intel, AMD, Arm, dan Google. Perusahaan ini fokus pada sistem-sistem chip yang dapat diskalakan untuk menangani pelatihan dan inferensi AI, serta analisis data.
Meta suah menghabiskan miliaran dolar untuk membeli banyak GPU dari Nvidia dan AMD, dan mereka juga mengembangkan chip AI sendiri agar tidak terlalu bergantung pada pemasok lain. Meta sebelumnya pernah mencoba mengakuisisi FuriosaAI, tetapi tidak jadi.
Akuisisi Rivos akan menjadi bukti betapa seriusnya Meta dalam mengamankan kapasitas chip demi memenangkan persaingan di bidang AI yang semakin sengit. Dengan investasi besar dan pengembangan chip internal, Meta ingin mengendalikan teknologi penting ini secara langsung.
Langkah ini memperjelas bahwa perusahaan teknologi besar kini berusaha mengakuisisi pemain startup untuk memperoleh teknologi baru dan mengamankan pasokan chip AI yang krusial di masa depan.
Analisis Ahli
Kate O'Flaherty, analis chip senior
Akuisisi ini adalah tanda jelas bahwa perusahaan besar sadar akan risiko ketergantungan pemasok dan mulai mengintegrasikan kemampuan chip secara vertikal untuk kontrol lebih besar dan efisiensi biaya.Michael Wolf, pengamat industri AI
Pasar chip AI sedang berkembang sangat cepat, dan startup seperti Rivos yang menggabungkan pengalaman dari Intel dan Google berpotensi menjadi game-changer dalam hal performa dan efisiensi.