Negosiasi Tarif AS-Taiwan: TSMC Tolak Produksi Chip Setengah di AS
Bisnis
Ekonomi Makro
01 Okt 2025
254 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Taiwan berusaha untuk menegosiasikan tarif impor yang lebih rendah dengan AS.
Tawaran produksi chip 50-50 dari AS ditolak oleh Taiwan.
TSMC tetap mempertahankan mayoritas produksinya di Taiwan meskipun telah melakukan investasi besar di AS.
Pemerintahan Donald Trump menerapkan kebijakan tarif impor sebesar 20% untuk produk chip dari Taiwan yang berdampak pada industri semikonduktor utama di dunia. Taiwan merupakan pusat manufaktur chip dari perusahaan besar seperti TSMC yang selama ini menyuplai produk chip dalam jumlah besar ke Amerika Serikat.
Amerika Serikat berupaya menggenjot produksi chip domestik dengan mengajukan tawaran kepada Taiwan untuk membagi produksi chip secara 50% di AS dan 50% di Taiwan. Namun, menteri perdagangan Taiwan yang memimpin negosiasi menegaskan bahwa Taiwan menolak tawaran tersebut dan tidak akan menyepakati pengaturan produksi setengah-setengah.
TSMC sendiri telah melakukan investasi sebesar 165 miliar US$ untuk membangun fasilitas pabrik chip di Arizona, AS. Meski begitu, sebagian besar produksi mereka masih tetap dilakukan di Taiwan untuk menjaga keunggulan manufaktur dan efisiensi produksi yang sudah terbentuk selama ini.
Perdana Menteri Taiwan menyebutkan bahwa negosiasi dengan Amerika Serikat sedang berlangsung dan merupakan konsultasi yang penting terkait isu tarif. Dalam konteks lain, Taiwan juga berencana membeli produk pertanian dan peternakan AS senilai 10 miliar US$ dalam empat tahun ke depan sebagai bagian dari kerja sama bilateral.
Situasi ini menggambarkan adanya upaya kedua negara untuk tetap menjaga hubungan dagang yang erat, meskipun ada kebijakan tarif dan tekanan untuk mengalihkan produksi chip ke dalam negeri AS. Ke depannya, negosiasi ini diperkirakan akan terus berjalan dengan banyak dinamika dan potensi kompromi.
Analisis Ahli
Dr. Adrian Setiawan (Ahli Ekonomi Internasional)
Penetapan tarif oleh AS merupakan strategi proteksionis yang bertujuan mendorong kemandirian industri teknologi dalam negeri, namun berpotensi memperumit hubungan perdagangan dengan mitra kuat seperti Taiwan.Prof. Mei-Hua Lin (Ahli Teknologi Semikonduktor Taiwan)
TSMC tetap fokus mempertahankan produksi utama di Taiwan untuk menjaga efisiensi dan rantai pasokan yang sudah mapan, sementara kehadiran di AS lebih sebagai bentuk diversifikasi risiko dan memenuhi regulasi lokal.

