Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Terobosan Mitomeiosis Ubah Sel Kulit Jadi Sel Telur untuk Atasi Infertilitas

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
InterestingEngineering InterestingEngineering
01 Okt 2025
187 dibaca
2 menit
Terobosan Mitomeiosis Ubah Sel Kulit Jadi Sel Telur untuk Atasi Infertilitas

Rangkuman 15 Detik

Penelitian ini membuka harapan baru bagi pengobatan infertilitas.
Metode mitomeiosis dapat membantu pasangan sesama jenis memiliki anak secara genetik.
Keselamatan dan efektivitas metode ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut sebelum diterapkan secara klinis.
Para peneliti di Oregon Health & Science University berhasil mengembangkan konsep baru yang memungkinkan mengubah sel kulit menjadi sel telur yang bisa menghasilkan embrio manusia awal. Ini merupakan langkah besar dalam bidang reproduksi karena sebelumnya dianggap mustahil membuat sel telur secara buatan dari sel somatik. Mereka menciptakan metode pembelahan sel baru yang dinamakan mitomeiosis, gabungan antara proses mitosis dan meiosis. Dengan teknik somatic cell nuclear transfer, inti sel kulit dimasukkan ke dalam sel telur donor yang sudah dikosongkan, sehingga inti sel tersebut membuang setengah kromosom layaknya meiosis dan menghasilkan sel telur haploid. Metode baru ini bermanfaat untuk perempuan yang tidak bisa memproduksi sel telur sehat, seperti yang terkena kanker atau berusia lanjut. Selain itu, metode ini membuka kemungkinan bagi pasangan sesama jenis memiliki anak dengan bahan genetik dari kedua orang tua. Dalam penelitian ini, sebanyak 82 sel telur fungsional dibuat dan dibuahi dengan sperma. Walaupun sebagian besar embrio mengalami gangguan kromosom dan berhenti berkembang di tahap awal, sekitar 9 persen berhasil mencapai tahap blastokista pada hari keenam setelah fertilisasi. Meski hasilnya menjanjikan, para peneliti menegaskan bahwa teknologi ini masih dalam tahap pembuktian konsep dan perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikan keamanan dan akurasi proses sebelum dapat diterapkan secara klinis, yang diperkirakan masih memerlukan waktu lebih dari sepuluh tahun.

Analisis Ahli

Shoukhrat Mitalipov
Kami telah mengembangkan metode ketiga untuk pembelahan sel yang sebelumnya tidak pernah ada, membuka peluang unik untuk terapi infertilitas yang belum pernah terpikirkan sebelumnya.
Paula Amato
Metode ini tidak hanya menjanjikan harapan bagi jutaan orang infertil, tapi juga memungkinkan pasangan sesama jenis memiliki anak yang secara genetik terkait dengan kedua orang tua.