Apakah Saham UPS Kini Peluang Investasi Menjanjikan di Tengah Penurunan Harga?
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
27 Sep 2025
202 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
UPS saat ini dianggap undervalued berdasarkan analisis DCF dan PE.
Investor perlu mempertimbangkan risiko dan peluang dalam menilai nilai saham UPS.
Pendekatan 'Narratives' dapat membantu investor memahami nilai saham dengan lebih baik.
United Parcel Service (UPS) sudah lama dikenal sebagai pemain utama di bidang pengiriman dan logistik, namun harga sahamnya mengalami penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Dalam setahun terakhir, harga saham UPS turun sebanyak 33,7%, dan sejak awal tahun ini turun 32,4%, membuat banyak investor merasa ragu untuk mengambil keputusan investasi.
Meski terjadi penurunan, metode penilaian saham yang umum dipakai, seperti Discounted Cash Flow (DCF), menunjukkan bahwa saham UPS sebenarnya undervaluasi. Analisis DCF memproyeksikan bahwa aliran kas bebas perusahaan akan meningkat hingga 7,05 miliar dolar pada tahun 2029, dan nilai wajar saham UPS dihitung sekitar 166,92 dolar per lembar, jauh lebih tinggi dari harga pasar saat ini.
Selain itu, dibandingkan dengan rata-rata rasio Price-to-Earnings (PE) di industri logistik yang sebesar 16,22x dan terhadap pesaing yang rata-ratanya 18,72x, UPS memiliki PE ratio yang lebih rendah yaitu 12,38x. Rasio PE yang rendah ini juga menunjukkan saham UPS undervalued berdasarkan pengukuran fair ratio sebesar 17,23x yang mempertimbangkan berbagai faktor seperti risiko dan pertumbuhan.
Simply Wall St juga memperkenalkan pendekatan baru bernama 'Narrative', dimana investor dapat membentuk penilaian pribadi berdasarkan proyeksi pendapatan, margin keuntungan, dan nilai wajar sesuai pandangan mereka terhadap masa depan UPS. Ini memungkinkan investor melihat hubungan antara angka dan cerita di balik bisnis UPS dalam cara yang mudah dipahami.
Dengan berbagai pendekatan ini, saham UPS memang menunjukkan potensi sebagai peluang investasi menarik. Namun, berbeda pandangan tetap ada di antara investor, terutama terkait dampak penurunan pengiriman dari Amazon dan tantangan perdagangan global. Oleh karena itu penting untuk terus memantau berita terbaru dan menyesuaikan penilaian pribadi sebelum mengambil keputusan.
Analisis Ahli
Aswath Damodaran
UPS undervaluasi karena pasar mungkin terlalu fokus pada risiko jangka pendek tanpa memperhitungkan cash flow jangka panjangnya yang stabil.Warren Buffett
Saham perusahaan dengan bisnis inti yang kuat dan arus kas bebas positif seperti UPS tetap menjadi peluang investasi menarik, meskipun pasar sedang lesu.