Amazon Diharapkan Jadi Perusahaan Rp 83.50 quadriliun ($5 Triliun) Berkat AI dan Cloud Computing
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
27 Sep 2025
90 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Amazon memiliki potensi untuk mencapai kapitalisasi pasar $5 triliun pada tahun 2030 berkat pertumbuhan AWS dan bisnis iklan.
Infrastruktur dan otomatisasi logistik Amazon berkontribusi pada peningkatan margin ritel.
Kemitraan strategis dalam bisnis iklan meningkatkan kemampuan target audiens bagi pengiklan.
Amazon telah menunjukkan hasil keuangan yang mengesankan dengan pendapatan kuartal kedua naik 12% menjadi Rp 2.80 quadriliun ($167,7 miliar) dan lonjakan laba operasional sebesar 31% mencapai Rp 320.64 triliun ($19,2 miliar) . Bisnis cloud computing mereka, Amazon Web Services (AWS), terus tumbuh dengan pendapatan naik 17,5% menjadi Rp 516.03 triliun ($30,9 miliar) , sementara pendapatan dari iklan juga naik 22% menjadi Rp 262.19 triliun ($15,7 miliar) . Perusahaan juga mencatatkan arus kas bebas sebesar Rp 303.94 triliun ($18,2 miliar) dalam empat kuartal terakhir, menunjukkan kekuatan operasional yang solid.
AWS adalah pemimpin pasar global infrastruktur cloud dengan pangsa pasar sekitar 30%, dan secara khusus mengambil posisi unggul dalam penyediaan beban kerja AI inference yang semakin diminati perusahaan. Artinya, AWS tidak hanya melayani penyimpanan dan komputasi, tetapi juga menjadi platform utama untuk menjalankan aplikasi AI secara real-time, yang diperkirakan akan menjadi bagian terbesar dari total biaya AI di masa depan.
Amazon terus mengembangkan teknologi dengan chip custom Trainium2 yang memberikan performa biaya lebih baik untuk inference AI dibandingkan dengan chip GPU konvensional. Perusahaan seperti Anthropic menggunakan Trainium2 untuk melatih model generatif mereka, dan Amazon Bedrock menggunakannya untuk inference. Ini menunjukkan investasi Amazon dalam inovasi dan efisiensi yang menguatkan posisi AWS sebagai penyedia layanan cloud AI terdepan.
Bisnis iklan Amazon juga tumbuh dengan pesat berkat kemitraan strategis. Amazon bermitra dengan Roku yang memberikan akses ke lebih dari 80 juta rumah dengan TV terhubung di Amerika Serikat, serta integrasi dengan platform iklan Disney. Dengan keuntungan data pelanggan yang dimiliki Amazon dari berbagai layanan, mereka dapat menargetkan iklan dengan lebih tepat dan efektif, sehingga revenue iklan diperkirakan akan terus meningkat.
Selain itu, Amazon meningkatkan margin bisnis ritel melalui perbaikan jaringan logistik berbasis regional, otomatisasi, dan teknologi AI seperti DeepFleet. Upaya ini menurunkan biaya dan meningkatkan kecepatan pengiriman. Dengan pertumbuhan bisnis cloud dan iklan yang menguntungkan plus perbaikan margin ritel, Amazon diprediksi akan mencapai valuasi pasar di atas Rp 83.50 quadriliun ($5 triliun) pada tahun 2030 tanpa memerlukan lonjakan valuasi pasar yang tidak realistis.
Analisis Ahli
Manali Pradhan
Amazon berada dalam posisi sempurna untuk meraih pertumbuhan luar biasa berkat investasi besar pada AI, cloud, dan logistik yang semakin canggih. Perusahaan ini memadukan teknologi mutakhir dengan bisnis yang sudah solid, sehingga valuasi besar pada 2030 sangat realistis.