Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Meta Tantang Tantangan Software untuk Robot Humanoid Masa Depan

Teknologi
Robotika
TheVerge TheVerge
27 Sep 2025
255 dibaca
2 menit
Meta Tantang Tantangan Software untuk Robot Humanoid Masa Depan

Rangkuman 15 Detik

Meta berinvestasi besar dalam pengembangan robot humanoid dan perangkat lunak terkait.
Tantangan utama dalam robotika terletak pada perangkat lunak, khususnya dalam manipulasi objek.
Meta berencana untuk melisensikan teknologi perangkat lunak mereka kepada produsen lain, mirip dengan strategi Google.
Meta sedang mengembangkan robot humanoid yang mereka sebut 'Metabot' dengan tujuan menjadi terobosan besar berikutnya setelah teknologi augmented reality mereka. Proyek ini telah dipimpin oleh CTO Andrew Bosworth yang menyebut bahwa perangkat lunak adalah bagian tersulit dalam membuat robot yang benar-benar bisa bekerja seperti manusia. Tantangan utama adalah kemampuan robot dalam melakukan manipulasi yang sangat halus dan presisi, seperti mengambil gelas air tanpa menjatuhkan atau menghancurkannya. Meta tidak hanya berfokus membuat robotnya sendiri saja, tapi juga ingin mengembangkan platform robotik yang dapat dilisensikan ke perusahaan lain. Pendekatan ini mirip dengan cara Google melisensikan sistem operasinya Android ke banyak pabrikan ponsel. Dengan demikian, Meta tidak harus bekerja sendirian dalam membuat hardware, melainkan membangun software yang bisa berjalan di berbagai robot sesuai spesifikasi tertentu. Untuk mendukung pengembangan software tersebut, Superintelligence AI lab Meta bekerja sama dengan tim robotik untuk menciptakan model dunia digital yang bisa mensimulasikan pergerakan tangan dengan sisi taktis yang rumit. Tantangan ini penting karena saat ini robot masih belum memiliki 'sensor loop' yang memungkinkan mereka memanipulasi objek secara halus dan adaptif seperti manusia, misalnya saat mengambil kunci dari saku celana jeans. Meta juga menanggapi konsep Elon Musk dan Tesla dengan robot Optimus mereka, menduga pendekatan tesla yang mengandalkan penglihatan dan data besar untuk memecahkan masalah robotik belum cukup karena data robotik lebih kompleks dan belum sebanyak data kendaraan self-driving. Di Meta, tim ini dipimpin oleh mantan CEO Cruise, Marc Whitten, dan dibantu oleh pakar robotik top seperti Sangbae Kim dari MIT yang baru direkrut tahun ini. Kesimpulannya, meski Meta masih banyak harus menemukan strategi dan teknologi yang tepat, mereka telah mengumpulkan talenta dan sumber daya besar untuk menjawab tantangan pembuatan robot humanoid. Mereka percaya bahwa robot dengan manipulasi tangan yang tidak perlu terlalu rumit - seperti hanya membutuhkan dua ibu jari - sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan masa depan yang lebih luas.

Analisis Ahli

Demis Hassabis
Membangun model dunia yang kuat sangat penting untuk memberikan AI kemampuan spasial dan manipulasi tangan yang presisi, suatu fondasi utama untuk robot humanoid.
Sangbae Kim
Prinsip desain robotik yang baik menggabungkan antara hardware yang tangguh dengan algoritma pintar, sehingga sinergi keduanya sangat menentukan keberhasilan robot humanoid.