Kontroversi Jimmy Kimmel dan Masa Depan TV Tradisional di Era Streaming
Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
27 Sep 2025
187 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Kontroversi terkait Jimmy Kimmel menunjukkan kerentanan televisi siaran dalam iklim politik saat ini.
Perubahan perilaku penonton, termasuk peningkatan streaming, mengancam keberlangsungan jaringan televisi tradisional.
Disney mungkin perlu mempertimbangkan untuk menutup ABC demi pertumbuhan nilai pemegang saham dan fokus pada aset yang lebih menguntungkan.
Jimmy Kimmel mengalami penangguhan singkat di program televisinya setelah membuat komentar kontroversial tentang aktivis konservatif Charlie Kirk. Keputusan ini memicu perdebatan besar tentang bagaimana televisi siaran linear masih relevan di tengah perubahan perilaku penonton dan tekanan politik yang meningkat.
Dua stasiun penyiaran utama di Amerika, Sinclair dan Nexstar, menanggapi kontroversi ini secara berbeda. Sinclair memutuskan untuk melanjutkan penayangan program Jimmy Kimmel, sementara Nexstar tetap menolak untuk menayangkannya, menambah ketegangan dalam industri media tradisional.
Ketua Komisi Komunikasi Federal (FCC), Brendan Carr, ikut angkat suara dengan mendesak perusahaan penyiaran untuk mengambil tindakan terhadap program yang dianggap kontroversial ini. Ia juga menyiratkan kemungkinan adanya tindakan regulasi lebih lanjut, memperberat situasi Disney dan ABC.
Para analis dan tokoh industri mengamati bahwa kontroversi ini menandai semakin rentannya televisi siaran tradisional. Mereka pun menyarankan Disney untuk mempertimbangkan langkah radikal seperti menutup jaringan ABC agar bisa lebih fokus pada bisnis streaming yang lebih menguntungkan dan kurang diatur.
Disney sendiri terus mengembangkan layanan streaming dengan menaikkan harga langganan sebagai strategi untuk mengganti pendapatan yang hilang dari televisi tradisional. Sementara itu, penonton muda semakin lebih suka menonton konten secara daring dan melalui klip viral ketimbang siaran langsung televisi.
Analisis Ahli
Rich Greenfield
Pelanggaran oleh afiliasi terhadap program seperti Kimmel dapat melemahkan kelangsungan televisi broadcast nasional dan mendorong pergeseran ke streaming serta konten viral.Laura Martin
Menghapus ABC dapat menambah nilai pemegang saham Disney sekitar 10% dan memungkinkan perusahaan bergerak lebih gesit tanpa beban regulasi di industri yang dipengaruhi oleh teknologi AI.