Microsoft Hentikan Layanan Cloud untuk Kementerian Pertahanan Israel Karena Isu Privasi
Teknologi
Keamanan Siber
26 Sep 2025
79 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Microsoft menghentikan layanan untuk Kementerian Pertahanan Israel setelah laporan penyimpanan panggilan telepon masyarakat Palestina.
Brad Smith menyatakan pentingnya perlindungan privasi bagi pelanggan.
Unit 8200 berencana untuk memindahkan layanan mereka ke Amazon Web Services.
Microsoft mengumumkan penghentian layanan cloud dan kecerdasan buatan yang digunakan oleh Kementerian Pertahanan Israel, setelah laporan yang mengungkap penggunaan sistem pelacakan telepon terhadap masyarakat Palestina oleh Unit 8200 Pasukan Pertahanan Israel beredar luas.
Laporan awal dari The Guardian mengindikasikan adanya sistem penyimpanan dan pelacakan panggilan telepon yang melibatkan fasilitas penyimpanan berbasis cloud, termasuk layanan yang disediakan oleh Microsoft Azure di Belanda.
Brad Smith, Presiden dan Wakil Ketua Microsoft, menyatakan bahwa perusahaan menemukan bukti yang mendukung beberapa elemen laporan tersebut dan segera menindaklanjuti dengan menonaktifkan layanan terkait sebagai bentuk komitmen perlindungan privasi.
Sementara itu, The Guardian juga melaporkan bahwa Unit 8200 akan memindahkan layanan penyimpanan cloudnya ke Amazon Web Services, meskipun pihak Amazon belum memberikan komentar resmi atas laporan tersebut.
Microsoft menegaskan bahwa perlindungan privasi dan kepercayaan pelanggan adalah prioritas utama, sehingga menjaga layanan yang dapat diandalkan dan aman menjadi tanggung jawab bersama bagi semua karyawan dan pengguna layanan teknologi mereka.
Analisis Ahli
Brad Smith
Microsoft harus menegakkan standar etika dengan menghentikan layanan yang mendukung pelanggaran privasi, menjaga kepercayaan pelanggan global.Pakar Keamanan Siber
Tindakan ini menjadi preseden penting dalam mengontrol penyalahgunaan teknologi cloud pada operasi militer dan intelijen.

