Mengapa 95% Proyek AI Gagal dan Strategi Investasi Touring Capital
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
25 Sep 2025
126 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Pentingnya evaluasi yang tepat dalam proyek AI generatif.
Investasi yang bijak harus fokus pada nilai pelanggan dan bukan hanya pada hype.
Pengalaman tim Touring Capital memberikan keunggulan dalam memahami dinamika pasar teknologi.
Sebuah studi dari MIT mengungkap bahwa hampir 95% proyek percobaan AI generatif gagal, ini menimbulkan kepanikan dan anggapan bahwa AI mungkin hanyalah hype belaka. Namun, para ahli menekankan bahwa masalah sejatinya terletak pada bagaimana perusahaan mengukur dan mengevaluasi keberhasilan projek AI tersebut, bukan dari teknologi AI itu sendiri.
Samir Kumar, yang pernah bekerja di corporate venture capital, menjelaskan bahwa kegagalan itu karena organisasi belum memahami tujuan mereka dengan jelas dan belum memiliki proses evaluasi yang tepat untuk menentukan apakah AI berhasil atau tidak dalam konteks bisnis mereka.
Touring Capital, sebuah perusahaan modal ventura baru yang didirikan oleh para veteran di dunia venture capital korporat, hadir untuk menjawab tantangan ini. Mereka memfokuskan investasinya pada aplikasi AI yang menyelesaikan masalah nyata dalam berbagai industri, bukan sekedar mengikuti hype dari model AI besar.
Saat ini, Touring telah menggalang dana sebesar 330 juta dolar dan melakukan 12 investasi awal pada startup yang dianggap memiliki potensi besar dalam menciptakan nilai lewat AI. Contohnya termasuk Numa, Cusp, Exaforce, dan SafeBase yang telah diakuisisi oleh Drata.
Dengan pendekatan yang matang dan fokus pada dampak nyata, Touring percaya bahwa AI akan menjadi salah satu pendorong ekonomi terpenting di masa depan, namun investasi harus dilakukan secara cerdas dan tidak terbawa euforia teknologi yang belum tentu berhasil.
Analisis Ahli
Samir Kumar
Masalah utama bukan hype AI-nya tapi bagaimana organisasi memahami tujuan mereka dan evaluasi efektivitas AI dengan tepat.Nagraj Kashyap
AI akan memberikan kekayaan ekonomi besar, tapi kita harus realistis dan memilih area yang tepat untuk investasi agar nilai sesungguhnya tercipta.Priya Saiprasad
Berinvestasi pada solusi yang betul-betul menyelesaikan masalah pelanggan jauh lebih penting daripada hanya fokus pada teknologi inti AI yang lagi tren.