Mengapa Saham Amazon Turun Meski Investasi AI Mencapai 100 Miliar Dolar?
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
24 Sep 2025
194 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Pertumbuhan penjualan Amazon tetap konsisten, tetapi tidak memenuhi ekspektasi investor terkait investasi di kecerdasan buatan.
Saham Amazon saat ini diperdagangkan dengan rasio harga terhadap keuntungan yang lebih rendah dari rata-rata historisnya.
Investor perlu memperhatikan peluang dan risiko yang ada sebelum berinvestasi di saham Amazon, terutama di tengah persaingan dari perusahaan teknologi lainnya.
Amazon mencatat kenaikan penjualan sebesar 13% di kuartal terakhir, angka yang sejalan dengan tren pertumbuhan tahun-tahun sebelumnya. Meskipun pertumbuhan ini positif, investor mengharapkan lonjakan yang lebih besar karena Amazon menginvestasikan hingga 100 miliar dolar AS untuk pengembangan kecerdasan buatan.
Namun, panduan terbaru perusahaan menunjukkan bahwa pendapatan operasional diperkirakan berada di bawah ekspektasi analis, yang menimbulkan kekhawatiran apakah investasi besar Amazon di bidang AI sudah mulai membuahkan hasil. Hal ini membuat saham Amazon kurang menarik di mata investor yang mengincar pertumbuhan cepat.
Di sisi lain, beberapa perusahaan lain yang berhubungan dengan AI, seperti Palantir dan Seagate, mengalami lonjakan saham yang sangat signifikan tahun ini, menarik perhatian dan dana investasi yang besar. Hal ini memperparah sentimen negatif terhadap saham Amazon.
Amazon kini diperdagangkan pada rasio harga terhadap laba sekitar 35, jauh di bawah rata-rata historisnya yang bisa mencapai 50 hingga 60 kali laba. Namun, perusahaan tetap memiliki potensi besar karena penerapan AI dapat meningkatkan efisiensi operasional dan pengalaman pelanggan dalam jangka panjang.
Meskipun tidak masuk daftar rekomendasi '10 saham terbaik' terbaru dari The Motley Fool, pemegang saham jangka panjang mungkin melihat kondisi saham Amazon saat ini sebagai peluang untuk membeli dengan harga yang relatif murah, mengingat reputasi dan kapasitas inovasi perusahaan.
Analisis Ahli
David Jagielski
Amazon mungkin menghadapi tekanan jangka pendek karena ekspektasi pasar yang tinggi terhadap investasi AI, tetapi perusahaan tersebut memiliki kemampuan untuk menghasilkan nilai jangka panjang yang signifikan bagi para pemegang saham.