Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Komdigi Gunakan AI Cerdas Awasi Konten Negatif Digital di Indonesia

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (6mo ago) cyber-security (6mo ago)
24 Sep 2025
182 dibaca
2 menit
Komdigi Gunakan AI Cerdas Awasi Konten Negatif Digital di Indonesia

Rangkuman 15 Detik

Komdigi mengadopsi teknologi AI untuk meningkatkan efisiensi pengawasan digital.
Verifikasi manual tetap diperlukan meskipun AI dapat bekerja dengan cepat.
Pengembangan sumber daya manusia adalah kunci untuk mengimbangi kemajuan teknologi dalam pengawasan digital.
Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, yang dikenal sebagai Komdigi, sedang mengembangkan inovasi baru dalam pengawasan ranah digital. Inovasi ini bertujuan untuk membantu mereka lebih efektif dalam memantau konten negatif yang tersebar di internet. Salah satu inovasi utama yang diterapkan adalah sistem crawling berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mampu mendeteksi konten-konten negatif secara otomatis. Sistem ini mampu melakukan patroli siber secara lebih cepat dan sistematis dibandingkan metode manual. Meskipun teknologi AI sangat membantu, hasil pencarian yang dilakukan oleh mesin tersebut selalu dicek ulang oleh tim manusia agar verifikasinya akurat dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, khususnya yang diatur dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Alexander Sabar, Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, menyatakan bahwa teknologi AI ini masih terus dikembangkan agar dapat bekerja dengan maksimal melalui proses pelatihan yang berkelanjutan. Namun, ia juga mengakui bahwa SDM di bidang ini masih kurang dan menjadi tantangan utama. Dengan adanya teknologi AI yang didukung oleh SDM yang kompeten, diharapkan Komdigi dapat menangani berbagai masalah konten negatif di ranah digital dengan lebih cepat, efisien, dan akurat demi menciptakan ruang digital yang aman bagi masyarakat Indonesia.

Analisis Ahli

Prof. Dedy Kusnadi (Pakarnya Cyber Security Indonesia)
Pengawasan digital berbasis AI sangat dibutuhkan untuk mengatasi volume data yang sangat besar di internet. Namun, penguatan kapasitas SDM tetap krusial agar implementasi teknologi bisa berjalan optimal dan tak hanya bergantung pada mesin.