Mengapa Emas Melaju Kencang Sementara Bitcoin Tertahan di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Finansial
Mata Uang Kripto
24 Sep 2025
247 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Emas menunjukkan tren bullish yang kuat dibandingkan dengan Bitcoin, yang mengalami penurunan.
Permintaan untuk emas didorong oleh akumulasi dari negara-negara besar sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi.
Adopsi institusional Bitcoin masih dalam tahap awal, menimbulkan keraguan tentang kemampuannya untuk memenuhi narasi sebagai 'emas digital'.
Harga emas mengalami tren naik yang signifikan dalam beberapa minggu terakhir, meraih rekor tertinggi baru di angka Rp 63.31 juta ($3,791) . Sementara itu, Bitcoin turun sekitar 5% sejak Kamis lalu. Kondisi ini menciptakan jurang perbedaan performa antara dua aset yang selama ini dianggap sebagai safe-haven bagi investor saat kondisi pasar tak menentu.
Permintaan emas yang meningkat terutama datang dari negara-negara besar seperti China dan Rusia. Kedua negara ini menggunakan emas sebagai alat perlindungan geopolitik serta sebagai lindung nilai terhadap dominasi dolar Amerika Serikat yang terus berlanjut. Hal ini menunjukkan bahwa emas masih sangat dipercaya oleh negara-negara dalam menstabilkan posisi keuangan nasional mereka.
Sementara itu, Bitcoin yang dikenal sebagai 'emas digital' masih dalam tahap awal adopsi oleh institusi besar. Investor masih menunjukkan sikap skeptis terhadap potensi Bitcoin memenuhi ekspektasi sebagai aset safe-haven, meskipun memiliki daya tarik yang kuat bagi investor yang lebih berani mengambil risiko.
Data dari BOLD Report mengungkapkan bahwa dalam 90 hari terakhir, inflow investasi ke produk ETF emas mencapai Rp 308.95 triliun ($18,5 miliar) , jauh melebihi Bitcoin yang hanya menarik kurang dari Rp 167.00 triliun ($10 miliar) . Data ini mencerminkan perbedaan besar dalam kepercayaan investor terhadap kedua aset tersebut di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Secara historis, Bitcoin biasanya mengikuti pergerakan emas dengan jeda waktu sekitar 1 sampai 2 bulan, terutama ketika Federal Reserve mulai menurunkan suku bunga. Di fase itu, Bitcoin akan menarik lebih banyak modal dari investor pribadi yang berani mengambil risiko, sehingga kinerjanya berpotensi melampaui emas dalam jangka menengah.
Analisis Ahli
Farzam Ehsani
Emas menguat karena permintaan dari bank sentral dan negara-negara seperti China dan Rusia yang menggunakannya sebagai buffer geopolitik dan hedge terhadap dominasi dolar.Ryan McMillin
Emas biasanya bergerak lebih dulu, dan Bitcoin mengikuti 1-2 bulan kemudian, dengan Bitcoin berkinerja lebih baik saat risiko toleransi muncul dan arus modal pribadi masuk.