Pasar Kerja Sulit Makin Berat, Waspadai Penipuan Lowongan dan Bangun Jaringan
Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
24 Sep 2025
241 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Pencari kerja harus waspada terhadap penipuan yang semakin canggih.
Membangun jaringan adalah strategi utama untuk mendapatkan pekerjaan.
Kasus penipuan kerja menunjukkan betapa sulitnya kondisi pasar kerja saat ini.
Pasar kerja saat ini sangat sulit bagi banyak orang. Persaingan mencari pekerjaan sangat ketat, apalagi dengan adanya penipuan lowongan kerja yang sering merugikan pencari kerja. Antara tahun 2020 hingga 2024, kasus penipuan kerja meningkat hingga tiga kali lipat dengan kerugian mencapai sekitar Rp8,3 triliun.
Penipu menggunakan cara yang lebih canggih, termasuk teknologi kecerdasan buatan generatif, sehingga membuat korban semakin mudah tertipu. Ada juga cerita korban yang sempat diberikan dana awal untuk membeli perangkat lunak, tapi akhirnya mengalami kerugian besar karena cek yang digunakan ternyata palsu.
Selain penipuan, tantangan lain di pasar kerja adalah banyaknya lamaran palsu dan panggilan balik yang bukan dari perekrut asli. Hal ini menyebabkan calon pekerja sering bingung dan tertipu dalam proses pencarian kerja mereka.
Dalam situasi seperti ini, membangun jaringan (networking) sangat penting untuk mendapatkan pekerjaan. Namun, bagi lulusan baru yang belum memiliki banyak pengalaman, membangun jaringan bukanlah hal yang mudah dan membutuhkan strategi yang tepat agar tidak terlihat memaksa.
Laporan Business Insider menyarankan agar pencari kerja mulai berani menghubungi kembali kenalan lama di perusahaan impian dengan cara yang sopan dan tidak memaksa. Ini dianggap sebagai strategi yang paling efektif di tengah pasar kerja yang penuh tantangan dan jebakan.
Analisis Ahli
Sarah E. Needleman
Lonjakan penipuan kerja menunjukkan perlunya regulasi lebih ketat dan penyuluhan kepada pencari kerja agar tidak mudah menjadi korban, terutama di era digital yang mempermudah penipu beraksi.

