Revolut Ingin Akuisisi Bank AS dan Luncurkan Kartu Kredit di Inggris
Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
23 Sep 2025
300 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Revolut berkomitmen untuk memperluas kehadirannya di pasar global, terutama di AS dan Inggris.
Perusahaan berencana untuk mengakuisisi bank di AS dan mendapatkan lisensi perbankan di Inggris untuk meningkatkan layanan.
Dengan 65 juta pelanggan, Revolut menunjukkan potensi yang besar meski memiliki pendapatan yang jauh lebih kecil dibandingkan bank tradisional.
Revolut, perusahaan fintech asal Inggris, berencana mempercepat pertumbuhan global dengan mengincar akuisisi bank di Amerika Serikat. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat posisi mereka di pasar internasional dan menawarkan layanan yang lebih lengkap kepada pelanggannya.
Selain ekspansi di AS, Revolut juga sedang menargetkan mendapat lisensi perbankan di Inggris pada tahun ini agar dapat meluncurkan produk kartu kredit dan kredit tanpa jaminan. Ini merupakan tantangan besar karena proses perizinan yang telah berjalan selama beberapa tahun.
Perusahaan yang berkantor pusat di London ini memiliki 65 juta pelanggan, jumlah yang bahkan lebih besar dari bank besar HSBC, meskipun pendapatannya jauh lebih kecil karena fokus mereka pada konsumen perorangan.
Revolut berharap bisa mencapai valuasi sebesar 75 miliar dolar melalui penjualan saham sekunder. Selain itu, mereka merencanakan investasi sebesar 13 miliar dolar dalam lima tahun ke depan untuk pertumbuhan global, termasuk 4 miliar dolar yang dialokasikan untuk Inggris.
Para eksekutif Revolut menegaskan komitmen mereka terhadap Inggris sebagai rumah perusahaan dan berambisi menjadi pemain utama di sektor perbankan digital dengan layanan yang melampaui bank tradisional.
Analisis Ahli
Nouriel Roubini
Strategi Revolut sangat agresif dan menandakan arah fintech yang akan menggantikan bank tradisional, tapi risiko regulasi dan integrasi tetap ada.Christine Lagarde
Langkah Revolut memperluas lisensi perbankan menunjukkan potensi untuk inovasi dalam sektor keuangan, namun pengawasan ketat tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas sistemik.