Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

NASA Gunakan AI untuk Prediksi Dini Badai Matahari dan Cegah Kerusakan

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
23 Sep 2025
95 dibaca
1 menit
NASA Gunakan AI untuk Prediksi Dini Badai Matahari dan Cegah Kerusakan

Rangkuman 15 Detik

Teknologi kecerdasan buatan dapat meningkatkan akurasi prediksi bencana luar angkasa.
Peringatan dini dapat mengurangi dampak dari badai Matahari terhadap infrastruktur di Bumi.
Model pembelajaran DAGGER menawarkan kecepatan prediksi yang lebih baik dibandingkan algoritma sebelumnya.
Badai Matahari adalah fenomena yang bisa menimbulkan gangguan besar bagi infrastruktur di Bumi, seperti listrik dan komunikasi. Namun, sulit memprediksi secara tepat kapan badai itu akan terjadi. NASA kini mulai menggunakan teknologi kecerdasan buatan yang disebut DAGGER untuk mempercepat dan memperbaiki prediksi badai Matahari. Model AI ini mampu memberikan prediksi dalam waktu kurang dari satu detik dan memperbaruinya setiap menit. Data yang digunakan oleh NASA berasal dari berbagai satelit yang memantau aktivitas Matahari, seperti ACE, WIND, IMP-8, dan Geotail. Ini membantu mengetahui waktu dan dampak badai dengan lebih akurat. Dengan bantuan teknologi AI ini, NASA mengklaim bisa memberikan peringatan sekitar 30 menit sebelum badai Matahari besar menghantam Bumi, sehingga masyarakat dan pemerintah bisa melakukan mitigasi. Teknologi seperti ini penting untuk mengurangi dampak bencana yang bisa terjadi akibat fenomena luar angkasa, sekaligus membantu menyelamatkan banyak kehidupan dan menjaga infrastruktur penting di masa depan.

Analisis Ahli

Michio Kaku
Teknologi AI ini merupakan langkah penting dalam pengembangan sistem pertahanan planet terhadap bencana luar angkasa yang memiliki efek luas pada teknologi dan kehidupan manusia.
Dr. Lisa Randall
Penggabungan data satelit dengan pembelajaran mesin bisa merevolusi cara kita memahami dan merespon ancaman astrofisika secara real time.