Startup AI Melejit Cepat, tapi Kurang Data Bikin Masa Depan Tak Menentu
Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
23 Sep 2025
293 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Pertumbuhan pesat startup AI sering kali tidak didukung oleh infrastruktur data yang memadai.
Data sangat penting untuk memahami perilaku pengguna dan faktor-faktor yang mempengaruhi bisnis.
Ada kekhawatiran di kalangan investor tentang potensi gelembung dalam pasar AI saat ini.
Banyak startup AI saat ini tumbuh dengan cepat berkat antusiasme dan ide yang menarik, tetapi mereka sering tidak didukung oleh data yang kuat. Hal ini disampaikan oleh Julie Zhuo, mantan VP desain Facebook yang kini memimpin startup analitik AI, Sundial. Dia menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan ini belum sempat membangun infrastruktur data yang memadai untuk mengatur dan mengelola informasi pengguna dan pendapatan mereka.
Menurut Zhuo, dahulu perusahaan teknologi lebih lambat tumbuh, sehingga mereka memiliki waktu untuk membangun sistem logging dan merekrut tim data untuk menganalisis perilaku pengguna dan perkembangan bisnis. Namun sekarang, beberapa perusahaan AI sudah memiliki jutaan pengguna dan pendapatan besar hanya dengan beberapa karyawan saja, yang berarti hasil analisis data mereka masih belum optimal.
Ketika pertumbuhan perusahaan mulai melambat di masa depan, mereka akan menghadapi banyak tantangan untuk memahami mengapa pengguna meninggalkan layanan mereka, fitur apa yang benar-benar dihargai, dan apa faktor utama penggerak bisnis. Pada titik ini, startup akan mulai investasi besar-besaran dalam pengembangan data dan teknologi analitik agar dapat mengambil keputusan yang tepat.
Zhuo juga menyoroti bahwa di era AI ini, cara mengukur kesuksesan produk juga perlu disesuaikan. Produk seperti chatbot butuh metode analitik baru, seperti menggunakan model pembelajaran mesin atau LLM untuk memahami niat pengguna, bukan hanya menghitung klik atau tampilan halaman seperti sebelumnya.
Di sisi lain, banyak investor merasa pasar AI terlalu panas dengan investasi besar-besaran sampai lebih dari 35 miliar dolar pada 2024, dan ada kekhawatiran bahwa hype ini mirip gelembung dot-com yang pernah meledak. Sam Altman, CEO OpenAI, pun mengakui bahwa beberapa startup kecil mendapat pendanaan dengan valuasi yang tidak rasional, meskipun AI memang sangat penting.
Analisis Ahli
Julie Zhuo
Perusahaan AI yang segera tapi tanpa data yang cukup akan mengalami kendala besar dalam memahami perilaku pengguna dan mengelola bisnis secara efektif.