Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

AI di Pencitraan Medis Terus Berkembang Meski Infrastruktur Jadi Tantangan

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (6mo ago) artificial-intelligence (6mo ago)
22 Sep 2025
123 dibaca
2 menit
AI di Pencitraan Medis Terus Berkembang Meski Infrastruktur Jadi Tantangan

Rangkuman 15 Detik

Kecerdasan buatan memiliki potensi yang sangat besar dalam bidang pencitraan medis.
Tantangan yang dihadapi dalam adopsi AI lebih terkait dengan sistem warisan daripada keengganan dari para dokter.
Negara berkembang mungkin menjadi pelopor dalam adopsi AI di sektor kesehatan karena infrastruktur yang lebih fleksibel.
Penggunaan kecerdasan buatan atau AI dalam pencitraan medis dianggap memiliki potensi yang sangat besar dan tak memiliki batas akhir dalam pengembangannya. Saat ini, AI banyak digunakan untuk membantu visualisasi dan memberikan dukungan dalam pengambilan keputusan oleh dokter. Marissa Fayer, CEO DeepLook Medical, menjelaskan bahwa ke depan penggunaan AI di bidang ini bisa berkembang hingga membantu keputusan secara penuh, melakukan interpretasi mandiri, dan memprediksi kondisi pasien dalam jangka panjang. Artinya, AI tak hanya membantu tapi bisa mengambil peran lebih penting. Meskipun banyak studi dan uji coba AI menunjukkan hasil positif, tantangan terbesar adalah bagaimana mengimplementasikan teknologi ini secara nyata dan luas di rumah sakit. Sistem lama yang masih digunakan di banyak negara maju menjadi kendala besar bagi adopsi teknologi baru ini. Fayer juga menekankan bahwa ketidaksiapan sebagian praktisi untuk menyerahkan kendali keputusan ke AI bukan menjadi masalah utama. Sebaliknya, keterbatasan itu justru muncul karena sistem lama yang sulit diubah, terutama di rumah sakit besar di AS dan Eropa. Sebagai catatan positif, negara-negara dengan pendapatan rendah dan menengah lebih cepat mengadopsi teknologi AI di pencitraan medis karena mereka dapat membangun infrastruktur baru yang langsung menggunakan teknologi tersebut tanpa harus mengubah sistem lama yang rumit.

Analisis Ahli

Marissa Fayer
AI akan terus berkembang tanpa batas di pencitraan medis, namun penerapan secara luas harus mengatasi hambatan sistem lama dan infrastruktur yang belum siap.