AI summary
Arsitektur jaringan harus dirancang khusus untuk mendukung perangkat medis terhubung dan aplikasi AI. Keamanan data harus diintegrasikan di setiap lapisan jaringan untuk memenuhi regulasi dan melindungi informasi kesehatan. HIPAA perlu diperbarui untuk mengatasi tantangan baru yang dihadapi akibat kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan. Jumlah perangkat medis yang terhubung semakin bertambah dan penggunaan kecerdasan buatan (AI) di bidang kesehatan terus meningkat. Hal ini membuat jaringan di organisasi kesehatan berperan sebagai sistem saraf untuk memastikan data bisa dipindahkan dengan cepat dan aman.Vikas Butaney dari Cisco mengatakan bahwa jaringan saat ini harus mampu menampung volume data besar, bandwidth luas, dan kebutuhan latensi rendah. Selain itu, data yang bergerak harus aman dan sesuai dengan regulasi seperti HIPAA.Salah satu solusi penting adalah edge computing, yang memungkinkan pemrosesan data dekat dengan sumbernya sehingga bisa mengurangi latensi dan memaksimalkan pemakaian bandwidth, serta memberikan insight cepat secara real-time.Pertumbuhan pasar AI di bidang kesehatan diperkirakan terus meningkat dan akan mencapai nilai sekitar $19 miliar pada 2027, sementara investasi di keamanan siber juga diproyeksikan tumbuh signifikan untuk melindungi data dari serangan yang semakin kompleks.Ancaman baru muncul dari kelompok peretas yang menggunakan AI generatif untuk mencoba menemukan celah keamanan. Oleh karena itu, harus ada pendekatan keamanan yang terintegrasi di seluruh lapisan jaringan agar organisasi dapat menjalankan beban kerja real-time dengan percaya diri.
Transformasi jaringan klasik menjadi sistem saraf digital yang mendukung AI dan perangkat medis adalah langkah mutlak agar layanan kesehatan tetap efisien dan aman. Namun, tantangan terbesar tetap pada penerapan keamanan komprehensif yang harus menyesuaikan dengan regulasi yang saat ini belum sepenuhnya mengakomodasi risiko AI modern.