AI summary
China mendominasi sektor teknologi bersih dengan keunggulan yang signifikan dibandingkan Barat. Investasi di sektor bersih di Barat semakin terancam oleh dominasi dan efisiensi perusahaan-perusahaan China. Perusahaan-perusahaan di China lebih cenderung mengambil pendekatan inovatif yang fokus pada peningkatan bertahap daripada terobosan besar. Investor modal ventura di Barat mulai menyadari dominasi besar China dalam sektor teknologi bersih dan energi terbarukan. Setelah melakukan perjalanan keliling ke berbagai pabrik dan berbicara dengan perusahaan di China, mereka melihat betapa besar kesenjangan antara China dan perusahaan di Eropa serta Amerika Utara, terutama dalam hal baterai dan produksi teknologi bersih lainnya.China kini memproduksi sekitar 80% panel surya dunia, sebagian besar turbin angin, 70% mobil listrik, dan 75% baterai dunia dengan biaya lebih rendah dibandingkan produksi di Barat. Tak hanya itu, China juga menguasai hampir 75% paten teknologi energi bersih di dunia dan rantai pasokan bahan mineral penting.Investor Barat mulai menghentikan investasi startup yang tidak mampu bersaing dengan perusahaan raksasa China dan beralih ke model kolaborasi dengan perusahaan China. Model kerja China yang keras dan fokus pada kemandirian energi membuat mereka unggul dan sulit disaingi oleh perusahaan Barat.Model inovasi di China lebih fokus pada kemajuan teknologi bertahap dan skalabilitas pasar dibandingkan dengan ide disruptif besar yang biasa dilakukan di Barat. Perusahaan China juga cepat menyesuaikan rantai pasokan dengan pemasok lokal untuk mendukung produksi besar-besaran.Meskipun dominasi China dalam teknologi hijau sangat besar, mereka menghadapi harga rendah dan perang harga yang menggerus keuntungan perusahaan, namun pendekatan skala besar dan kekuatan negara membuat mereka tetap bertahan dan menjadi pemimpin global di sektor ini.
Dominasi China dalam sektor teknologi bersih bukan hanya soal kapasitas produksi, tapi juga strategi negara yang mengutamakan kemandirian energi dan kekuatan skala besar. Barat perlu mengubah cara pandang investasi dan inovasi jika tidak ingin tertinggal, karena pendekatan konvensional mereka sudah ketinggalan zaman menghadapi efisiensi dan agresivitas China.