Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Penemuan Longsor Aktif Tunjukkan Bulan Masih Aktif Secara Geologis

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
astronomy-and-space-exploration (6mo ago) astronomy-and-space-exploration (6mo ago)
21 Sep 2025
274 dibaca
2 menit
Penemuan Longsor Aktif Tunjukkan Bulan Masih Aktif Secara Geologis

Rangkuman 15 Detik

Bulan masih aktif secara geologis meskipun sebelumnya dianggap mati.
Tanah longsor di bulan dipicu oleh gempa bulan, bukan hanya dampak asteroid.
Penelitian ini penting untuk merencanakan misi manusia ke bulan dan membangun pangkalan bulan di masa depan.
Para peneliti China baru-baru ini menemukan bahwa longsor aktif masih terjadi di permukaan bulan, sebuah fakta yang sebelumnya tidak diketahui. Mereka mengamati 41 longsor baru dengan membandingkan gambar satelit beresolusi tinggi yang diambil pada waktu berbeda. Temuan ini menunjukkan bahwa bulan masih mengalami aktivitas geologis yang tidak sepi sama sekali. Longsor yang terjadi di bulan jauh lebih kecil dan dangkal jika dibandingkan dengan longsor di Bumi, biasanya hanya sepanjang 1 km dan lebar 100 meter serta kedalaman sekitar 1 meter. Namun, gempa bulan yang memicu longsor ini diperkirakan lebih berbahaya karena bulan kering tanpa air yang bisa menyerap getaran, menyebabkan gelombang seismik bertahan lebih lama. Landslide ini terutama ditemukan di lereng curam seperti dinding kawah dan area yang terkait dengan fitur geologis seperti wrinkle ridges dan patch vulkanik. Wilayah dengan konsentrasi terpenting adalah Mare Imbrium, yang dipercaya sebagai salah satu zona yang masih aktif secara seismik di bulan. Penelitian juga menunjukkan bahwa sebagian besar longsor tidak berhubungan langsung dengan dampak asteroid, karena kurang dari 30% ditemukan bertepatan dengan kawah baru. Hal ini menguatkan pendapat bahwa sebagian besar longsor disebabkan oleh gempa bulanan yang berasal dari aktivitas internal bulan. Temuan ini sangat membantu untuk peta zona seismik bulan dan pemahaman mengenai evolusi termal bulan. Hal ini menjadi penting untuk persiapan misi manusia ke bulan, seperti pembangunan stasiun di Kutub Selatan bulan yang direncanakan China pada tahun 2035, dengan rekomendasi untuk menghindari lokasi rawan longsor.

Analisis Ahli

Dr. Li Wenjie (Ahli Geologi Planet, Universitas Beijing)
Penemuan ini menegaskan bahwa proses geologi bulan lebih dinamis dari yang kita kira, dan ini membuka peluang studi mendalam tentang evolusi termal dan seismik bulan.
Prof. Chen Guang (Astrofisikawan, Akademi Ilmu Pengetahuan China)
Dampak gempa bulan yang lebih lama bisa mempengaruhi desain struktur masa depan di bulan, serta penting untuk pemantauan seismik terus-menerus pada misi mendatang.