Ilmuwan Perkirakan Akhir Alam Semesta dalam Satu Quinvigintillion Tahun
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
21 Sep 2025
237 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Penelitian terbaru memperkirakan akhir alam semesta terjadi dalam satu quinvigintillion tahun.
Hawking radiation tidak hanya terjadi pada lubang hitam, tetapi juga pada neutron star dan white dwarf.
Temuan ini memberikan pemahaman baru mengenai teori Hawking yang selama ini kontroversial.
Para ilmuwan dari Radboud University di Belanda mengumumkan hasil penelitian terbaru mengenai kapan alam semesta akan berakhir. Mereka memprediksi bahwa semesta akan mencapai akhirnya pada satu quinvigintillion tahun, yaitu angka 1 yang diikuti oleh 78 nol. Angka ini memang sangat besar dibandingkan dengan standar kehidupan manusia, namun lebih cepat dibanding estimasi sebelumnya yang jauh lebih besar.
Dasar perhitungan mereka berasal dari teori radiasi Hawking yang dicetuskan oleh fisikawan terkenal, Stephen Hawking, pada tahun 1975. Teori ini menjelaskan proses di mana partikel dan radiasi dapat keluar dari lubang hitam sehingga lubang hitam itu secara perlahan menguap sampai habis. Penelitian baru ini menemukan bahwa fenomena serupa juga terjadi pada objek langit lain seperti bintang neutron dan bintang katai putih.
Bintang neutron dan white dwarf adalah tahap akhir dari siklus hidup suatu bintang. Menurut penelitian, ketika bintang-bintang ini kehilangan stabilitas, mereka juga akan mengalami proses evaporasi sampai menghilang. Proses ini dianggap sebagai indikator batas waktu maksimum kehidupan semesta karena benda-benda ini adalah bintang terakhir yang bertahan di alam semesta.
Prof. Heino Falcke dan timnya mengembangkan model matematis yang menjelaskan bahwa semua objek dengan medan gravitasi cukup kuat, tidak hanya lubang hitam, bisa mengalami penguapan. Tingkat evaporasi ini bergantung pada kepadatan objek tersebut. Temuan ini memberikan sudut pandang baru yang memperbarui teori Hawking yang selama ini kontroversial.
Penelitian ini sudah diterima untuk dipublikasikan di Journal of Cosmology and Astroparticle Physics dan sementara dapat diakses di server pra-publikasi arXiv. Mereka berharap riset ini akan membuka jalan untuk memahami radiasi Hawking lebih dalam dan mungkin menyelesaikan misteri besar di kosmologi.
Analisis Ahli
Stephen Hawking
Radiasi Hawking merupakan fenomena fundamental yang menunjukkan bahwa lubang hitam tidak benar-benar hitam, melainkan memiliki suhu dan bisa menguap sepanjang waktu.Prof. Heino Falcke
Penemuan bahwa bintang neutron dan white dwarf juga bisa menguap memberi arah baru dalam pemahaman evolusi kosmik yang belum pernah dipikirkan sebelumnya.Walter van Suijlekom
Meneliti fenomena ekstrem seperti ini bisa membuka tabir misteri radiasi Hawking yang telah lama menjadi tantangan di fisika teoretis.

