Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Prediksi Masa Depan Bumi dan Tata Surya: Dari Paruh Baya Hingga Kehancuran

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
18 Sep 2025
115 dibaca
2 menit
Prediksi Masa Depan Bumi dan Tata Surya: Dari Paruh Baya Hingga Kehancuran

Rangkuman 15 Detik

Bumi diperkirakan sudah berusia sekitar 5 miliar tahun dan akan mengalami perubahan drastis dalam waktu 600 juta tahun.
Matahari akan semakin panas dalam 5 miliar tahun ke depan, yang dapat mempengaruhi kehidupan di Bumi.
Jupiter mungkin akan menjadi planet terakhir yang bertahan sebelum keluar dari sistem tata surya dalam 100 miliar tahun.
Bumi saat ini telah memasuki usia paruh baya sekitar 5 miliar tahun, dan Matahari sebagai pusat Tata Surya diperkirakan akan menjadi lebih panas dalam 5 miliar tahun ke depan. Pemanasan matahari ini akan menyebabkan perubahan besar pada kehidupan di Bumi, terutama pada tumbuhan yang tidak dapat bertahan dengan siklus karbon yang melambat. Dalam sekitar 600 juta tahun, kondisi di Bumi diprediksi akan memburuk sehingga tumbuhan mulai punah dan rantai makanan di Bumi akan hancur. Mikroba yang mampu beradaptasi pun akan menghadapi penderitaan karena suhu yang semakin tinggi dan peningkatan efek rumah kaca yang tidak dapat dikendalikan. Dalam waktu 1 miliar tahun, suhu Matahari diperkirakan meningkat sebesar 10% sehingga mengakibatkan penguapan lautan dan kekeringan yang parah di Bumi. Kondisi ini akan membuat planet ini mirip dengan Venus yang sangat panas dan tidak layak huni bagi manusia maupun makhluk lainnya. Pada akhirnya, Matahari akan meleburkan semua lapisan intinya dan menjadi bintang kerdil atau 'White Dwarf'. Planet-planet seperti Bumi dan Mars akan hancur atau terdorong masuk ke Matahari, sedangkan dua planet raksasa seperti Jupiter mungkin akan menjadi yang terakhir bertahan mengikuti pergeseran orbitnya. Simulasi memperkirakan bahwa Jupiter akan tetap di Tata Surya selama sekitar 100 miliar tahun sebelum akhirnya terdorong keluar dan melebur dengan bintang lain. Meski usia alam semesta sekitar 13,8 miliar tahun, prediksi ini menunjukkan rentang waktu yang sangat panjang dalam evolusi Tata Surya.

Analisis Ahli

Dr. Sara Seager
Perubahan intensitas Matahari secara alami memengaruhi ekosistem Bumi, dan memahami siklus ini penting untuk riset astrobiologi dan kelangsungan hidup planet.
Prof. Kip Thorne
Evolusi Matahari menjadi White Dwarf adalah fase normal dalam siklus hidup bintang sejenis, dan simulasi ini memberikan gambaran penting mengenai masa depan tata surya kita.