Oracle vs Microsoft: Siapa Raja Investasi Cloud dan AI Saat Ini?
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
19 Sep 2025
289 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Microsoft memiliki strategi yang lebih terdiversifikasi dalam monetisasi kecerdasan buatan.
Oracle menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam layanan cloud, tetapi lebih tergantung pada segmen ini.
Investasi besar Microsoft dalam infrastruktur dan AI menjadikannya pilihan investasi yang lebih stabil.
Oracle dan Microsoft adalah dua raksasa teknologi yang bersaing dalam pasar cloud computing dan kecerdasan buatan yang tumbuh sangat cepat. Pasar infrastruktur cloud global diperkirakan akan mencapai 2 triliun dolar AS pada tahun 2030, dengan AI generatif yang diprediksi mendorong belanja cloud tahunan antara 200 hingga 300 miliar dolar AS. Kedua perusahaan ini menggunakan kekuatan bisnis perangkat lunak dan cloud mereka untuk mengukir posisi penting dalam transformasi digital.
Oracle menunjukkan pertumbuhan pesat di sektor cloud infrastrukturnya, dengan peningkatan pendapatan sebesar 55% dan backlog kontrak luar biasa senilai 455 miliar dolar AS, termasuk kesepakatan historis dengan OpenAI senilai 300 miliar dolar AS yang mulai aktif pada 2027. Strategi multi-cloud Oracle yang unik dan arsitektur cloud generasi kedua menjadikan mereka pemain yang semakin menarik di bidang AI dan cloud.
Microsoft terus menjadi favorit utama dalam solusi AI dan cloud enterprise dengan pendapatan Microsoft Cloud yang melampaui 40 miliar dolar AS per kuartal dan pertumbuhan 21% secara tahunan. Bisnis AI Microsoft telah mencapai angka mencapai 13 miliar dolar AS per tahun, tumbuh luar biasa hingga 175%. Investasi besar sebesar 80 miliar dolar AS untuk infrastruktur AI pada 2025 dan ekspansi ekosistem Copilot memperkuat dominasi pasar mereka.
Dari sisi valuasi, Microsoft memiliki rasio forward P/E 31,94 kali dan price-to-sales 11,4 kali sementara Oracle memiliki forward P/E yang lebih tinggi di 41,35 kali dengan price-to-sales sebesar 11,89 kali. Ini menunjukkan bahwa pasar memberikan penilaian lebih tinggi dan lebih berisiko untuk Oracle dibandingkan Microsoft yang sudah berdiri lebih kokoh dengan berbagai lini bisnis AI dan cloud yang terdiversifikasi.
Kesimpulannya, meskipun Oracle menawarkan narasi pertumbuhan yang sangat menarik dengan backlog dan teknologi baru mereka, Microsoft adalah pilihan investasi yang lebih tepat bagi sebagian besar investor karena keunggulan finansial, pendekatan ekosistem yang beragam, dan kepemimpinan dalam pengembangan teknologi AI. Anjuran untuk membeli Microsoft sementara Oracle lebih baik dinantikan masuk pada harga yang lebih rendah.