Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Analisis Saham Netflix: Potensi Kinerja dan Estimasi Laba Tetap Stabil

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
investment-and-capital-markets (6mo ago) investment-and-capital-markets (6mo ago)
19 Sep 2025
233 dibaca
2 menit
Analisis Saham Netflix: Potensi Kinerja dan Estimasi Laba Tetap Stabil

Rangkuman 15 Detik

Performa saham Netflix tidak sebaik indeks pasar secara keseluruhan.
Estimasi laba dan pendapatan Netflix tetap stabil meskipun ada tekanan dari pasar.
Zacks Rank menunjukkan bahwa investor mungkin perlu berhati-hati untuk berinvestasi di Netflix dalam waktu dekat.
Netflix adalah perusahaan layanan video internet yang sahamnya sedang banyak diperhatikan oleh investor. Dalam sebulan terakhir, saham Netflix hanya naik 0,1%, lebih rendah dari kenaikan 3% pada indeks pasar S&P 500, dan berada di bawah rata-rata industri dengan kenaikan 0,8%. Hal ini menimbulkan pertanyaan seputar arah pergerakan harga saham Netflix dalam waktu dekat. Pendekatan utama dalam analisis ini adalah menilai perubahan estimasi laba per saham (EPS) dari para analis profesional. Netflix diperkirakan menghasilkan EPS sebesar 6,88 dolar AS pada kuartal ini, naik 27,4% dibandingkan tahun sebelumnya, namun estimasi ini tidak mengalami perubahan selama 30 hari terakhir. Hal serupa terjadi pada estimasi laba untuk tahun fiskal saat ini dan berikutnya. Selain laba, pendapatan Netflix juga mengalami pertumbuhan. Estimasi pendapatan kuartal ini sebesar 11,52 miliar dolar AS, naik 17,3% secara tahunan. Namun, pendapatan yang dilaporkan sebenarnya sedikit di bawah ekspektasi analis. Netflix berhasil mengalahkan estimasi laba dalam empat kuartal terakhir, tetapi hanya dua kali mengalahkan estimasi pendapatan. Meskipun perusahaan memiliki kinerja keuangan yang baik, Zacks Rank menempatkan Netflix pada peringkat #4 atau 'sell', karena kurangnya kenaikan dalam revisi estimasi laba dan adanya indikator lainnya yang kurang menguntungkan. Nilai saham juga diberi nilai D oleh Zacks Value Style Score, yang menandakan saham ini dihargai lebih tinggi dibandingkan dengan pesaingnya. Kesimpulannya, meskipun Netflix terus menunjukkan pertumbuhan laba dan pendapatan yang menarik, stabilnya estimasi laba dan nilai saham yang premium membuat prospek harga sahamnya dalam jangka pendek cenderung kurang menggembirakan. Investor disarankan untuk berhati-hati dan tidak mengandalkan sentimen pasar semata saat mempertimbangkan investasi di saham ini.

Analisis Ahli

Aswath Damodaran
Valuasi premium Netflix harus dinilai dengan hati-hati mengingat persaingan sengit di industri streaming dan kebutuhan untuk terus berinovasi guna mempertahankan pelanggan.
Michael B. Miller
Revisi estimasi yang stagnan mengindikasikan pasar mulai skeptis terhadap kemampuan Netflix untuk mempertahankan tingkat pertumbuhan laba yang tinggi dalam jangka dekat.