Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Ilmuwan Tiongkok Ciptakan Baterai Ion Hidrid Pertama untuk Energi Bersih

Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
InterestingEngineering InterestingEngineering
19 Sep 2025
73 dibaca
2 menit
Ilmuwan Tiongkok Ciptakan Baterai Ion Hidrid Pertama untuk Energi Bersih

Rangkuman 15 Detik

Ilmuwan China berhasil menciptakan baterai ion hidrid pertama di dunia, membuka peluang baru untuk penyimpanan energi.
Desain baterai ini mengatasi masalah konduktivitas ion hidrid dan stabilitas termal, menjadikannya lebih praktis.
Baterai ion hidrid diharapkan dapat berperan penting dalam sistem penyimpanan energi besar, penyimpanan hidrogen, dan sumber daya energi portabel.
Para ilmuwan dari Dalian Institute of Chemical Physics, bagian dari Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok, berhasil mengembangkan baterai ion hidrid solid-state pertama di dunia. Mereka menggunakan sodium aluminum hidride sebagai elektroda positif dan cerium dihidrid sebagai elektroda negatif. Inovasi ini membuka peluang baru dalam teknologi penyimpanan energi yang lebih ramah lingkungan dan aman. Baterai ion hidrid menggunakan ion hidrid (H-) sebagai pembawa muatan, yang memiliki keunggulan berat rendah dan potensi redoks tinggi. Namun, tantangan terbesar adalah menemukan elektrolit yang dapat menghantarkan ion ini dengan cepat, stabil secara termal, dan kompatibel dengan elektroda. Untuk mengatasi hal ini, tim peneliti mengembangkan material elektrolit inti-selubung 3CeH3@BaH2 yang menggabungkan konduktivitas tinggi dan stabilitas. Material elektrolit yang diciptakan memungkinkan konduksi ion hidrid yang cepat pada suhu ruang dan menjadi penghantar superionik di atas 60 derajat Celsius. Dengan menggunakan elektrolit ini, mereka membangun prototipe baterai yang dapat diisi ulang pertama dengan konfigurasi elektrode CeH2|3CeH3@BaH2|NaAlH4. Baterai ini menunjukkan kapasitas pelepasan sangat tinggi pada suhu ruang dan memiliki kemampuan bertahan setelah siklus pengisian ulang. Baterai inovatif ini juga berhasil menghindari masalah dendrit logam yang sering terjadi pada baterai konvensional dan berpotensi membahayakan keselamatan. Selain itu, prototipe ini mampu menghasilkan tegangan operasi hingga 1,9 volt yang cukup untuk menyalakan lampu LED kuning sebagai contoh aplikasi praktisnya. Penemuan ini merupakan langkah besar dalam mengubah teknologi baterai hidrid dari konsep teoritis menjadi bukti eksperimen yang nyata. Dengan sifat ion hidrid yang dapat diatur dan bahan-bahan yang digunakan, teknologi ini memiliki potensi besar untuk digunakan dalam sistem penyimpanan energi besar, penyimpanan hidrogen, sumber daya portabel, dan aplikasi energi khusus lainnya.

Analisis Ahli

John Goodenough
Pengembangan elektrolit solid-state yang mendukung ion hidrid menjadi jalan baru yang menarik untuk mengurangi risiko dendrit dan meningkatkan keamanan baterai masa depan.
Yi Cui
Struktur inti-selubung yang inovatif pada elektrolit memungkinkan konduktivitas tinggi di suhu ruang, sebuah terobosan yang potensial untuk penyimpanan energi terbarukan.