Komdigi Targetkan PNBP Rp 25 Triliun di 2026 dari Lelang Spektrum Frekuensi
Finansial
Kebijakan Fiskal
19 Sep 2025
188 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Target PNBP Komdigi untuk tahun 2026 mengalami kenaikan signifikan.
Lelang frekuensi baru menjadi sumber utama tambahan penerimaan PNBP.
Komdigi berkontribusi terbesar terhadap PNBP di antara kementerian dan lembaga lainnya.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memastikan bahwa target penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mereka di tahun 2026 akan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh hasil lelang spektrum frekuensi baru yang dilakukan pemerintah.
Ada tiga sumber utama PNBP Komdigi, yaitu dari spektrum frekuensi radio, jasa telekomunikasi yang terkait dengan pendapatan usaha para pelaku bisnis, dan Badan Layanan Umum Universal Service Obligation (USO). Lelang frekuensi 1,4 GHz yang baru dibuka memiliki rentang 1432 MHz hingga 1512 MHz dengan lebar 80 MHz dan akan digunakan untuk mengembangkan layanan internet cepat 100Mbps dengan harga yang lebih murah.
Lelang frekuensi 1,4 GHz ini diminati oleh beberapa perusahaan besar seperti PT Telkom Indonesia, PT XLSMART Telecom Sejahtera, dan PT Indosat. Komdigi juga berencana melelang frekuensi lain yakni 700 MHz dan 26 GHz pada tahun yang sama untuk mendukung ekspansi layanan telekomunikasi.
Target PNBP Komdigi pada tahun 2026 diproyeksikan mencapai Rp 25 triliun, di mana Rp 22 triliun berasal dari spektrum frekuensi. Pada kuartal pertama tahun 2025, Komdigi sudah menjadi penyumbang terbesar PNBP di antara kementerian dan lembaga, memberikan kontribusi sebesar Rp 3,25 triliun atau 10,9 persen dari total PNBP K/L sebesar Rp 29,7 triliun.
Realisasi PNBP secara keseluruhan per 31 Maret 2025 telah mencapai Rp 115,9 triliun atau sekitar 22,6 persen dari target APBN 2025 sebesar Rp 513,6 triliun. Ini menunjukkan bahwa pengelolaan sumber daya spektrum frekuensi menjadi faktor penting dalam pendapatan negara non-pajak serta mendorong transformasi digital di Indonesia.
Analisis Ahli
Suahasil Nazara
Kontribusi besar dari 10 kementerian menunjukkan pentingnya peran sektor digital dalam memperkuat PNBP nasional, sekaligus menandakan bahwa optimalisasi aset negara bisa menjadi prioritas strategis dalam mendukung APBN.

