Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Telkom Optimis Perbaiki Kinerja Setelah Semester I 2025 Terpuruk

Finansial
Perencanaan Keuangan
financial-planning (7mo ago) financial-planning (7mo ago)
11 Agt 2025
285 dibaca
2 menit
Telkom Optimis Perbaiki Kinerja Setelah Semester I 2025 Terpuruk

Rangkuman 15 Detik

Telkom mengalami penurunan kinerja pada Semester I-2025, tetapi optimis untuk perbaikan di Semester II-2025.
Proyeksi pendapatan Telkom untuk akhir tahun 2025 ditargetkan setara dengan tahun sebelumnya.
Kinerja segmen non-konsumen menunjukkan pertumbuhan positif meskipun sektor enterprise mengalami penurunan.
Telkom mengalami penurunan kinerja keuangan pada semester pertama tahun 2025, yang dipengaruhi oleh pelambatan ekonomi dan adanya pemerintahan baru di Indonesia. Proses pergantian pemerintahan ini menyebabkan pengeluaran pemerintah serta anggaran baru yang masuk terlambat, berdampak pada bisnis Telkom terutama di sektor enterprise yang banyak melayani instansi pemerintahan. Pendapatan Telkom pada paruh pertama tahun 2025 turun sebesar 3,04% menjadi Rp 73 triliun, sementara laba bersih juga menurun 6,68% menjadi Rp 10,97 triliun. EBITDA yang merupakan indikator profitabilitas perusahaan juga mengalami penurunan sebesar 4,7%, dengan margin EBITDA 49,5%. Meski demikian, pertumbuhan positif dicatat di segmen non-konsumen seperti bisnis wholesale, internasional, dan tower. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom, Arthur Angelo Syailendra, menyampaikan bahwa perusahaan bersikap konservatif dalam memberikan panduan keuangan dengan target pendapatan tahun 2025 pada level yang sama dengan tahun 2024. Telkom berencana meningkatkan belanja modal (capex) dari 13% menjadi kisaran 17-19% dari pendapatan untuk mendorong pertumbuhan di paruh kedua tahun 2025. Para pelaku bisnis dan investor menyimak bahwa kinerja Telkom mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan pada bulan Mei dan Juni 2025, terutama dengan realisasi anggaran pemerintah yang baru mulai berjalan efektif. Harapan besar disematkan untuk semester kedua yang diharapkan bisa mengkompensasi kinerja kurang memuaskan di semester pertama. Secara keseluruhan, Telkom menghadapi tantangan eksternal berupa kondisi makro ekonomi yang melambat akibat masa transisi pemerintahan. Namun, dengan strategi investasi yang lebih agresif dan optimisme pertumbuhan di segmen non-konsumen, perusahaan yakin dapat mempertahankan performa keuangannya hingga akhir tahun 2025.

Analisis Ahli

Indra Gunawan (Analis Telekomunikasi)
Penurunan kinerja Telkom di awal tahun adalah dampak siklus fiskal dan administrasi pemerintahan yang baru, namun prospek jangka menengah tetap solid karena fundamental bisnis dan ekspansi layanan digital yang sedang digenjot.