Planck Network dan Masa Depan AI: Solusi Infrastruktur GPU Murah dan Terdesentralisasi
Teknologi
Kecerdasan Buatan
19 Sep 2025
217 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Pertumbuhan AI tidak tergantung pada spekulasi pasar jangka pendek.
Model desentralisasi dari Planck Network menawarkan alternatif yang lebih murah untuk penyedia layanan besar.
Universitas dan industri gaming menjadi pionir dalam adopsi kekuatan komputasi AI yang lebih terjangkau.
Kecerdasan buatan (AI) kembali menjadi pusat perhatian investor, terutama setelah token seperti Worldcoin mengalami kenaikan signifikan. Namun, CEO Planck Network, Diam Hamstra, menyatakan bahwa pertumbuhan AI bukan hanya soal spekulasi pasar melainkan perkembangan yang berkelanjutan. Ia menekankan bahwa AI terus berkembang karena didukung oleh pendanaan yang konsisten dan penerapan di berbagai bidang.
Planck Network adalah perusahaan yang menawarkan akses ke GPU enterprise-grade dengan harga jauh lebih murah dibandingkan layanan besar seperti Amazon Web Services. Misalnya, biaya sewa server H100 di AWS bisa mencapai 80,000 dolar AS per bulan, sedangkan di Planck hanya sekitar 10,000 dolar AS untuk kualitas yang sama. Hal ini membuka peluang besar bagi startup dan institusi riset untuk menggunakan teknologi AI tanpa beban biaya tinggi.
Model bisnis Planck yang terdesentralisasi juga menjadi keunggulan utama. Dengan sistem ini, penggunaan GPU bisa lebih efisien dan ada insentif token yang menarik bagi penyedia GPU. Ini menjadi alternatif yang kompetitif di tengah dominasi perusahaan hyperscale seperti Amazon dan Microsoft dalam penyediaan infrastruktur AI.
Planck Network telah menjalin kerjasama dengan universitas ternama seperti Cambridge, Stanford, dan University of Toronto. Kolaborasi ini penting karena ekosistem akademis menjadi pusat inovasi dan seringkali didukung oleh dana riset yang besar. Di sisi lain, sektor gaming juga mulai memanfaatkan layanan Planck, contohnya startup Airbubble yang menggunakan GPU dari Planck untuk mengembangkan AI yang memudahkan modifikasi game Minecraft.
Secara keseluruhan, Hamstra percaya bahwa pertumbuhan AI tidak akan terpengaruh oleh fluktuasi pasar kripto. Infrastruktur yang kuat dan biaya yang lebih rendah membuat Planck Network dan layanan serupa berpotensi menjadi pilar besar dalam pengembangan AI dan blockchain di masa depan.
Analisis Ahli
Geoffrey Hinton
Akses yang lebih luas dan murah ke komputasi GPU akan mempercepat inovasi AI secara eksponensial, memungkinkan lebih banyak startup dan institusi riset untuk berkontribusi pada kemajuan teknologi.Yoshua Bengio
Mengintegrasikan AI dengan protokol Web3 dapat membuka era baru ekosistem AI yang lebih transparan, desentralisasi, dan inklusif, namun regulasi dan regulasi teknologi tetap menjadi hambatan utama.