Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Trump Perintahkan Kembalinya Nama 'Departemen Perang' untuk Militer AS Lebih Agresif

Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
management-and-strategy (7mo ago) management-and-strategy (7mo ago)
06 Sep 2025
29 dibaca
2 menit
Trump Perintahkan Kembalinya Nama 'Departemen Perang' untuk Militer AS Lebih Agresif

Rangkuman 15 Detik

Perubahan nama Departemen Pertahanan menjadi Departemen Perang mencerminkan perubahan strategi militer AS.
Perintah eksekutif ini berpotensi memicu biaya besar untuk rebranding departemen militer.
Komentar Trump dan Hegseth menunjukkan fokus pada agresivitas dan kemenangan dalam pendekatan militer.
Pada hari Jumat, Presiden Donald Trump menandatangani sebuah perintah eksekutif yang memerintahkan Pentagon untuk menggunakan kembali nama 'Departemen Perang', sebuah nama lama yang sudah tidak dipakai sejak akhir Perang Dunia II. Perubahan ini dianggap sebagai simbol sikap militer Amerika yang kembali agresif dan ofensif. Trump menyatakan bahwa penggantian nama ini mencerminkan semangat kemenangan Amerika dalam peperangan besar sebelumnya, dan kritiknya terhadap perubahan nama yang dianggap 'woke' menjadi Departemen Pertahanan. Ia percaya pendekatan baru ini akan menekankan kemenangan dan kekuatan militer AS. Pete Hegseth, Menteri Pertahanan yang juga hadir saat penandatanganan, menyuarakan bahwa Pentagon tidak hanya akan fokus bertahan, melainkan menyerang dengan kekuatan maksimal, mengutamakan efek kekerasan ketimbang kebijakan yang dianggap terlalu politis dan legalistik. Sementara perubahan nama biasanya harus melalui undang-undang, pemerintahan Trump berusaha mencari cara lain untuk menerapkan perubahan ini, termasuk kemungkinan menggunakan kekuasaan darurat. Kongres juga mulai mengajukan rancangan undang-undang yang sesuai untuk mendukung perubahan tersebut. Sampai Jumat malam, media sosial resmi Pentagon sudah menggunakan identitas 'Departemen Perang' meskipun secara legal masih menggunakan nama Departemen Pertahanan. Proses rebranding ini diprediksi akan memakan biaya besar hingga miliaran dolar, karena harus mengganti tanda, logo, seragam, dan dokumen resmi di ribuan fasilitas militer di seluruh dunia.

Analisis Ahli

Retired Military Strategist
Mengubah nama mungkin berdampak pada moral personel militer namun bisa mengalihkan fokus dari pertahanan strategis yang lebih bijaksana menjadi pendekatan militan yang tidak produktif.
Defense Policy Analyst
Perubahan nama tanpa mandat legislatif menimbulkan masalah konstitusional dan mengganggu hubungan sipil-militer serta citra Amerika di mata dunia.