Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Panasonic Rancang Baterai Mobil Listrik Baru, Jarak Tempuh Lebih Jauh dan Lebih Murah

Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
electronic-vehicles-and-batteries (6mo ago) electronic-vehicles-and-batteries (6mo ago)
18 Sep 2025
114 dibaca
2 menit
Panasonic Rancang Baterai Mobil Listrik Baru, Jarak Tempuh Lebih Jauh dan Lebih Murah

Rangkuman 15 Detik

Panasonic mengembangkan teknologi baterai baru yang efisien dan ramah lingkungan.
Desain baterai baru dapat meningkatkan kapasitas dan mengurangi biaya produksi.
Pengurangan kebutuhan nikel dalam produksi baterai sangat signifikan dalam konteks keberlanjutan.
Panasonic akan meluncurkan teknologi baterai mobil listrik baru dalam dua tahun ke depan. Baterai ini menggunakan teknik baru di mana anoda logam lithium dibentuk saat pengisian baterai dilakukan untuk pertama kalinya, bukan saat proses pembuatan baterai. Desain tanpa anoda di awal ini membuat baterai dapat memiliki kapasitas energi 25 persen lebih tinggi, yang berarti mobil listrik seperti Tesla dapat menempuh jarak tambahan hingga 145 kilometer lebih jauh dibandingkan baterai lama. Selain itu, baterai tersebut membutuhkan nikel dalam jumlah yang sangat sedikit. Nikel merupakan salah satu bahan paling mahal dalam pembuatan baterai dan Indonesia adalah salah satu produsen nikel terbesar dunia, sehingga teknologi ini bisa berdampak besar pada industri pertambangan dan manufaktur di tanah air. Kebutuhan akan baterai yang lebih ringan, lebih murah, dan berkapasitas besar sangat penting untuk mempercepat penggunaan kendaraan listrik di berbagai negara. Teknologi Panasonic ini juga memungkinkan ukuran baterai dibuat lebih kecil tanpa mengurangi jarak tempuh mobil listrik. Teknologi serupa saat ini juga sedang dikembangkan oleh produsen baterai lain. Dengan inovasi ini, di masa depan kendaraan listrik diharapkan bisa menjadi lebih terjangkau dan efisien, mempercepat transisi ke energi bersih secara global.

Analisis Ahli

Dr. Hideto Nakajima (Ahli Energi dan Baterai, Tokyo Institute of Technology)
Teknologi anoda yang terbentuk saat pengisian pertama dapat meningkatkan densitas energi dan mengurangi biaya produksi secara signifikan, ini langkah maju penting dalam pengembangan baterai lithium-ion.
Prof. Maria Santoso (Pakarnik Kimia Material, Universitas Indonesia)
Pengurangan penggunaan nikel sangat menguntungkan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan baku mahal dan berisiko dari segi lingkungan, serta membuka peluang bagi produsen baterai di negara penghasil nikel seperti Indonesia.