Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Shamillah Bankiya Bicara Peluang dan Tantangan Startup Eropa di Mata Amerika

Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
startups (6mo ago) startups (6mo ago)
18 Sep 2025
151 dibaca
2 menit
Shamillah Bankiya Bicara Peluang dan Tantangan Startup Eropa di Mata Amerika

Rangkuman 15 Detik

Eropa memiliki potensi besar dalam sektor startup, terutama di AI dan fintech.
Terdapat kesalahpahaman tentang investor Eropa yang perlu diluruskan.
Regulasi dan struktur pasar menjadi tantangan bagi startup Eropa yang ingin melakukan IPO.
Dawn Capital adalah firma investasi besar di Inggris dengan aset kelolaan lebih dari 2 miliar dolar AS, yang fokus pada perusahaan tahap awal hingga seri C. Mereka telah berhasil mengeluarkan 34 exit dan memiliki 11 perusahaan unicorn dalam portofolio mereka, termasuk perusahaan AI seperti Collibra dan Dataiku. Kini, firma ini mengelola dana sebesar 620 juta dolar AS untuk investasi terbaru mereka. Shamillah Bankiya, partner terbaru di Dawn Capital, merupakan salah satu wanita kulit hitam langka di bidang venture capital di Eropa. Ia menaruh fokus investasinya pada perusahaan AI seperti Qogita dan marketplace Fonoa. Bankiya terinspirasi dari keluarganya yang berwirausaha dan rasa keinginannya untuk belajar, yang membuatnya tertarik pada dunia investasi selama 20 tahun terakhir. Menurut Bankiya, lanskap startup di Eropa sudah lama berkembang dan mencatat banyak keberhasilan, terutama dalam sektor AI dan fintech, dengan perusahaan terkenal seperti Lovable dan Klarna. Keberhasilan Klarna melaksanakan IPO di New York menjadi salah satu bukti bahwa perusahaan Eropa mampu bersaing secara global. Perubahan besar adalah meningkatnya minat investor Amerika terhadap perusahaan startup Eropa, yang dipicu oleh pandemi. Namun, Bankiya menyoroti bahwa masih ada hambatan serius, seperti pasar saham yang terpecah-pecah di beberapa negara Eropa dan aturan regulasi yang ketat, yang membuat proses IPO perusahaan lokal menjadi sulit dan kurang ideal. Sebelum mengakhiri pembicaraan, Bankiya membantah stereotip masyarakat Amerika yang menganggap investor Eropa jarang bekerja selama musim panas atau dikenal dengan istilah 'Euro Summer'. Ia yakin bahwa meski ada ketenangan di musim panas, kerja keras dan inovasi terus berjalan, sehingga akan muncul banyak perusahaan Eropa yang sukses secara global seperti selama ini.

Analisis Ahli

Shamillah Bankiya
Eropa memiliki potensi besar di AI dan fintech yang perlahan mendapatkan pengakuan global, tetapi fragmentasi dan regulasi harus diatasi agar perusahaan lebih mudah berkembang.
Niklas Zennström (co-founder Skype)
Investasi dan inovasi di Eropa kian meningkat, dan pandemi mempercepat perhatian dari investor luar, membuka peluang ekspansi yang sebelumnya sulit dicapai.