Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Taiwan Pamerkan Tank Abrams dan HIMARS untuk Perkuat Pertahanan Hadapi China

Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
InterestingEngineering InterestingEngineering
18 Sep 2025
19 dibaca
2 menit
Taiwan Pamerkan Tank Abrams dan HIMARS untuk Perkuat Pertahanan Hadapi China

Rangkuman 15 Detik

Taiwan memperkuat pertahanannya dengan pengadaan sistem militer modern.
Pengadaan M1A2T Abrams dan HIMARS merupakan bagian dari strategi pencegahan multi-domain.
Latihan militer dan integrasi sistem baru menjadi tantangan berikutnya bagi angkatan bersenjata Taiwan.
Taiwan memperlihatkan secara publik untuk pertama kalinya tank M1A2T Abrams dan sistem roket HIMARS yang dibuat oleh Amerika Serikat. Ini adalah bagian dari upaya Taiwan untuk memperkuat pertahanannya karena ketegangan yang meningkat dengan China. Pameran dilakukan di Taipei Aerospace & Defense Exhibition di pusat pameran Nangang. Selain tank dan HIMARS, Taiwan juga memamerkan berbagai sistem persenjataan lainnya seperti Chiang-Kong anti-ballistic missile dan sistem anti-tank TOW 2B yang dipasang di kendaraan Humvee. Senjata-senjata ini menunjukkan strategi Taiwan yang menggabungkan kekuatan di berbagai bidang militer untuk mencegah ancaman dari darat, udara, dan laut. Taiwan memesan hingga 108 tank Abrams sejak 2019 dan telah menerima batch pertama dan kedua. Tank berat ini memiliki daya tembak dan perlindungan yang lebih mutakhir dibandingkan tank lama yang Taiwan miliki. Tank ini ditujukan untuk memperkuat kemampuan tempur darat Taiwan menghadapi kemungkinan invasi dari China. Taiwan juga membeli total 57 unit sistem peluncur roket HIMARS yang mampu menembakkan roket dengan jarak hingga 300 kilometer. HIMARS memberikan kemampuan serangan cepat dan presisi yang dapat digunakan untuk menghadang pendaratan musuh atau melemahkan posisi musuh dari jarak jauh. Taiwan sudah mulai melakukan latihan tembak langsung HIMARS untuk memastikan kesiapan tempur. Pemerintah Taiwan berharap kombinasi tank Abrams, HIMARS, dan sistem pertahanan lainnya akan memberikan keunggulan strategi multi-domain yang diperlukan untuk menghadang serangan musuh. Latihan dan integrasi antar satuan militer masih menjadi fokus utama untuk memastikan efektivitas platform baru ini dalam mempertahankan wilayah Taiwan.

Analisis Ahli

Michael Elleman (military analyst)
Penguatan persenjataan Taiwan dengan teknologi AS jelas meningkatkan kemampuan pertahanan pulau tersebut, tetapi eskalasi militer di wilayah ini berpotensi memicu ketegangan lebih lanjut di Selat Taiwan.
Lung-chu Chen (profesor studi keamanan Taiwan)
Investasi besar dalam sistem tank dan HIMARS menegaskan bahwa Taiwan mengantisipasi konflik darat berintensitas tinggi, yang mengindikasikan perubahan doktrin pertahanan dari sekadar perlawanan konvensional menjadi pertahanan proaktif.