AI summary
Keplar menggunakan teknologi AI suara untuk merombak cara riset pasar dilakukan. Startup ini berhasil menarik perhatian investor besar dengan model bisnis inovatifnya. Kemampuan AI untuk melakukan wawancara yang terasa nyata meningkatkan efisiensi riset pelanggan. Selama ini, perusahaan besar menghabiskan banyak waktu dan uang untuk melakukan riset tentang kepuasan pelanggan dengan menggunakan jasa riset pasar tradisional yang mahal dan lambat. Namun, sebuah startup bernama Keplar hadir menawarkan solusi baru dengan menggunakan teknologi voice AI yang dapat melakukan wawancara pelanggan secara otomatis.Keplar didirikan oleh Dhruv Guliani dan William Wen, yang sebelumnya memiliki pengalaman kuat di bidang AI dan ikut program South Park Commons fellowship. Mereka menemukan bahwa banyak metode riset tradisional bisa digantikan oleh teknologi percakapan berbasis AI yang semakin maju.Dengan platform Keplar, perusahaan bisa mengatur studi dalam hitungan menit dan sistem AI akan melakukan wawancara langsung pada pelanggan menggunakan suara yang terasa alami. Ini membuat proses pengumpulan data jadi lebih cepat dan efisien dibandingkan wawancara manual.Startup ini baru-baru ini mendapatkan pendanaan sebesar 3,2 juta dolar AS dari investor ternama seperti Kleiner Perkins, SV Angel, dan lain-lain. Saat ini, Keplar sudah bekerja sama dengan perusahaan besar seperti Clorox dan Intercom.Keplar bukan satu-satunya pemain di pasar ini, karena ada juga kompetitor seperti Outset dan Listen Labs yang juga mengembangkan AI untuk riset pelanggan. Namun Keplar memegang keunggulan dengan teknologi voice AI yang mampu membuat peserta merasa percakapan itu nyata dan alami.
Penerapan voice AI dalam riset pasar adalah lompatan besar yang mampu mempercepat proses pengumpulan data dan meningkatkan kualitas wawancara dengan cara yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan secara manual. Namun, perusahaan harus tetap waspada terhadap keterbatasan AI dalam memahami nuansa emosional mendalam yang hanya bisa dideteksi manusia secara penuh.