TLDR
Jujurlah kepada keluarga tentang kehilangan keuangan untuk menghindari rasa bersalah yang lebih besar di masa depan. Hindari investasi dalam proyek yang menjanjikan keuntungan tinggi tanpa dasar yang kuat. Pembelajaran dari pengalaman buruk dapat digunakan untuk membangun strategi investasi yang lebih baik dan lebih disiplin. Seorang anggota keluarga diberi kepercayaan untuk menjual tanah warisan dan menyimpan uang hasil penjualannya sebesar $60.000 dengan aman. Namun, ia memilih menginvestasikan uang tersebut ke dalam token kripto bernama SQUID yang tengah populer di Telegram. Token tersebut mengklaim akan berkembang menjadi platform game play-to-earn yang menguntungkan, terinspirasi dari serial Netflix terkenal.Harga token SQUID melonjak dari beberapa sen hingga mencapai lebih dari $2.800 per token dalam waktu singkat. Hal ini membuat sang investor bermimpi untuk melunasi utang dan membeli rumah. Namun, setelah mencoba menjual token, transaksi selalu gagal karena likuiditas terkunci, dan tim pengembang hilang tanpa jejak.SQUID ternyata adalah penipuan atau rugpull, dimana pengembang menghabiskan dana investor sebesar jutaan dolar dalam Binance Coin dan menurunkan harga token hingga hampir nol hanya dalam beberapa jam. Korban kehilangan seluruh investasinya tanpa harapan kembali, sementara keluarganya masih mengira uang tersebut aman di bank.Penulis artikel yang sudah berpengalaman dalam dunia kripto mengingatkan bahwa projek yang melonjak 30.000% dalam waktu sangat singkat hampir pasti berakhir dengan kehancuran. Token SQUID disinyalir adalah proyek yang tidak berlisensi dan penuh bendera merah, termasuk kontrak pintar yang diprogram untuk menipu investor.Pesan utama adalah pentingnya kejujuran kepada keluarga tentang kerugian yang dialami serta menjaga disiplin dalam berinvestasi. Spekulasi berlebihan harus dibatasi hanya sebagian kecil dari portofolio, sedangkan sebagian besar dana harus ditempatkan di aset yang terbukti aman dan likuid seperti Bitcoin dan Ethereum.