Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Investment Pharma di Inggris Terhenti: Ancaman bagi Riset dan Inovasi Obat

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
health-and-medicine (6mo ago) health-and-medicine (6mo ago)
17 Sep 2025
113 dibaca
2 menit
Investment Pharma di Inggris Terhenti: Ancaman bagi Riset dan Inovasi Obat

Rangkuman 15 Detik

Industri farmasi di Inggris sedang menghadapi tantangan besar terkait investasi dan dukungan pemerintah.
Pengeluaran NHS yang menurun dapat menghambat minat perusahaan farmasi untuk berinvestasi di negara tersebut.
Perusahaan-perusahaan besar seperti Merck dan AstraZeneca menilai kembali rencana investasi mereka sebagai respons terhadap kondisi bisnis yang tidak menguntungkan.
Beberapa perusahaan farmasi besar seperti Merck dan AstraZeneca baru-baru ini mengumumkan pembatalan atau penundaan proyek riset dan pengembangan mereka di Inggris. Keputusan ini terjadi di tengah turunnya investasi pemerintah Inggris dalam sektor farmasi dan penurunan pengeluaran NHS untuk obat-obatan. Hal ini mengakibatkan kekhawatiran akan menurunnya daya saing industri farmasi di negara tersebut. Merck membatalkan pembangunan fasilitas riset senilai 1 miliar poundsterling di London dan membatalkan beberapa proyek di Francis Crick Institute. AstraZeneca menunda ekspansi besar-besaran di Cambridge dan sebelumnya juga membatalkan rencana memperluas fasilitas vaksin di Liverpool. Perusahaan farmasi lainnya seperti Lilly dan Sanofi pun menunjukkan tanda-tanda ragu untuk terus berinvestasi di Inggris. Para perusahaan tersebut menghubungkan keputusan mereka dengan kebijakan pemerintah terkait pengeluaran NHS pada obat-obatan dan peraturan harga obat, termasuk kenaikan rebate dari 15% menjadi 24%. Meskipun demikian, beberapa ahli menilai masalah ini lebih dipicu oleh persaingan global, seperti kebijakan Amerika Serikat dan persaingan dari Cina yang menyediakan obat berkualitas dengan harga lebih murah. Pemerintah Inggris melalui Menteri Ilmu Pengetahuan Patrick Vallance menyebutkan bahwa agar industri farmasi tertarik berinvestasi, pengeluaran NHS untuk obat harus ditingkatkan secara signifikan. Tanpa perubahan tersebut, potensi hilangnya investasi dan inovasi di sektor farmasi akan semakin nyata, memengaruhi kemampuan Inggris mengembangkan obat-obatan baru. Para ahli di luar pemerintahan berpendapat bahwa keputusan perusahaan farmasi adalah hasil strategi jangka panjang dan bukan reaksi instan terhadap kebijakan domestik. Oleh sebab itu, masa depan sektor ini tergantung pada bagaimana Inggris dapat menyesuaikan diri dengan tren global dan menciptakan iklim bisnis yang menarik untuk investasi riset dan pengembangan farmasi.

Analisis Ahli

Richard Sullivan
Krisis ini bukan hanya soal kebijakan Inggris; perusahaan menggunakan isu harga obat sebagai alasan untuk penyesuaian strategis yang sudah diperlukan di level global.
Patrick Vallance
Peningkatan belanja NHS untuk obat sangat diperlukan agar industri farmasi tertarik berinvestasi dan mendukung pengembangan sektor life-science di Inggris.