Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

China Jadi Pusat Inovasi Biotek, AstraZeneca Siap Berinvestasi Besar

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
YahooFinance YahooFinance
23 Jul 2025
32 dibaca
1 menit
China Jadi Pusat Inovasi Biotek, AstraZeneca Siap Berinvestasi Besar

Rangkuman 15 Detik

AstraZeneca aktif berinvestasi di Tiongkok seiring dengan pertumbuhan inovasi di negara tersebut.
CEO AstraZeneca percaya bahwa inovasi global sangat penting untuk meningkatkan kesehatan pasien di seluruh dunia.
Pendapatan perusahaan menunjukkan bahwa pertumbuhan di berbagai pasar memungkinkan investasi lebih lanjut dalam pengembangan obat.
China kini tengah mengalami pertumbuhan pesat di bidang bioteknologi, yang menarik perhatian perusahaan-perusahaan farmasi besar dunia. Dulu dikenal sebagai pembuat obat tiruan, kini China mulai sukses mengembangkan obat-obatan inovatif yang mampu bersaing secara global. AstraZeneca, perusahaan farmasi besar asal Inggris, menunjukan minat besar untuk berinvestasi di China. Mereka telah menandatangani kemitraan besar bernilai miliaran dolar dengan perusahaan farmasi China bernama CSPC Pharmaceuticals, yang berbasis di kota Shijiazhuang. Pertumbuhan pendapatan AstraZeneca yang mencapai Rp 901.80 triliun ($54 miliar) di tahun 2024 memberikan modal bagi perusahaan untuk memperkuat investasinya, tidak hanya di China, tapi juga di Amerika Serikat. Ini menunjukkan bahwa inovasi di China dapat membawa manfaat bagi pasien di berbagai negara, termasuk AS. Meskipun begitu, AstraZeneca menegaskan bahwa Amerika Serikat tetap menjadi pasar penting dan pusat inovasi utama dalam dunia farmasi. Mereka percaya AS harus terus mempertahankan posisi terdepan agar tetap memimpin dalam pengembangan obat biopharmaceuticals. Dari sudut pandang pemimpin AstraZeneca, Pascal Soriot, pertumbuhan inovasi di mana saja itu baik bagi pasien di seluruh dunia. Dia mengajak semua pihak untuk bergerak cepat dan menjaga agar AS tetap di garis depan inovasi farmasi.

Analisis Ahli

Pascal Soriot
Inovasi global di bidang farmasi adalah keuntungan bagi pasien di seluruh dunia dan AS harus tetap berada di garis depan dalam inovasi ini.