Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Trially Kumpulkan Dana Rp 78.49 miliar ($4,7 Juta) untuk Percepat Perekrutan Uji Klinis dengan AI

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
News Publisher
17 Sep 2025
219 dibaca
1 menit
Trially Kumpulkan Dana Rp 78.49 miliar ($4,7 Juta)  untuk Percepat Perekrutan Uji Klinis dengan AI

AI summary

Trially mengembangkan solusi AI untuk mempercepat rekrutmen pasien dalam uji klinis.
Margo dapat mengubah proses rekrutmen yang manual menjadi otomatis dan efisien.
Pendanaan yang diperoleh akan mempercepat adopsi platform Trially di berbagai organisasi penelitian.
Banyak uji klinis global mengalami hambatan besar karena sulitnya merekrut pasien yang memenuhi kriteria. Hal ini menyebabkan banyak uji coba terlambat dan mengganggu pengembangan obat penting.Untuk mengatasi masalah ini, Trially memperkenalkan Margo, sebuah solusi AI agentik yang dapat memproses data medis secara cepat dan akurat untuk mencocokkan pasien dengan studi yang tepat secara instan.Dengan teknologi ini, Trially menggantikan metode manual yang lambat dan memakan waktu, misalnya dengan melakukan pengolahan rekam medis dan prospek pasien dalam hitungan detik.Perusahaan juga berhasil mendapatkan pendanaan sebesar $4,7 juta untuk mengembangkan dan memperluas penggunaan platformnya di berbagai jaringan penelitian dan sponsor farmasi.CEO Trially, Kyle McAllister, menegaskan bahwa Margo dapat mengidentifikasi pasien dengan akurasi sekitar 95% dan melakukan komunikasi pada momen yang tepat, sehingga memperbesar peluang enrolmen peserta dengan cepat.

Experts Analysis

Dr. Amanda Lee, Spesialis Onkologi dan Peneliti Klinis
Penggunaan AI untuk otomatisasi perekrutan pasien sangat menjanjikan untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi, terutama dalam studi kanker yang sering sulit menemukan subjek tepat waktu.
Editorial Note
Integrasi AI dalam perekrutan uji klinis adalah terobosan yang sangat diperlukan mengingat kendala besar dalam proses tradisional yang lambat dan rentan kesalahan manusia. Jika Trially berhasil memenuhi klaimnya, ini bisa menjadi paradigma baru dalam conduct uji klinis yang dapat menghemat biaya dan mempercepat waktu mencari pengobatan efektif.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.