Kolaborasi PhaseV dan Bioforum: Mempercepat Uji Klinis dengan AI Canggih
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
11 Sep 2025
169 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Kemitraan antara PhaseV dan Bioforum bertujuan untuk mengoptimalkan uji klinis dengan teknologi AI/ML.
Trial Optimizer memungkinkan simulasi berbagai desain uji klinis sebelum pendaftaran pasien dimulai.
Penggunaan teknologi ini dapat mengurangi biaya dan mempercepat proses pengambilan keputusan dalam penelitian klinis.
PhaseV, perusahaan pengembang teknologi AI dan machine learning, telah menjalin kemitraan strategis dengan Bioforum untuk meningkatkan efisiensi uji klinis. Integrasi platform Trial Optimizer milik PhaseV ke layanan biometrik Bioforum bertujuan mempercepat proses dari perencanaan hingga pelaksanaan studi dengan bantuan teknologi canggih.
Platform Trial Optimizer mampu mensimulasikan berbagai konfigurasi uji klinis menggunakan AI dan ML, sehingga sponsor riset dapat memilih desain yang paling efektif sebelum proses pendaftaran pasien dimulai. Ini bertujuan mengurangi biaya dan risiko perubahan protokol yang mahal di tengah perjalanan uji klinis.
Integrasi teknologi ini juga akan mengurangi kendala komunikasi antara tim desain dan pelaksanaan serta mempercepat pengambilan keputusan di berbagai bidang terapi. Bioforum yang sudah dikenal memiliki keahlian dalam biometrik dan kualitas data akan meningkatkan kemampuannya dalam mendukung studi klinis yang efisien dan berkualitas.
Sebagai contoh keberhasilan, pada studi obesitas terbaru yang menggunakan Trial Optimizer, ukuran sampel dapat dikurangi sekitar 20 persen tanpa mengurangi kekuatan statistik studi. Ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat mengoptimalkan sumber daya dan waktu dalam penelitian klinis.
Sebelumnya pada Februari 2025, PhaseV juga telah bermitra dengan Alimentiv untuk mendukung uji klinis adaptif di bidang gangguan pencernaan. Kolaborasi ini menegaskan bahwa AI/ML menjadi alat penting yang semakin diterima untuk desain dan pelaksanaan uji klinis yang lebih baik dan cepat.
Analisis Ahli
Dr. Anisa Harahap, Spesialis Farmakologi Klinis
Penggunaan AI untuk simulasi dan optimasi desain uji klinis akan meningkatkan kualitas data dan mempercepat pengembangan obat, tetapi harus diiringi dengan standar pengawasan ketat agar hasilnya valid dan dapat dipertanggungjawabkan.