Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bristol Myers Squibb Jual Saham Joint Venture Farmasi di China Akibat Tantangan Ekonomi

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
health-and-medicine (6mo ago) health-and-medicine (6mo ago)
17 Sep 2025
211 dibaca
2 menit
Bristol Myers Squibb Jual Saham Joint Venture Farmasi di China Akibat Tantangan Ekonomi

Rangkuman 15 Detik

Bristol Myers Squibb menjual kepemilikan di usaha patungan di China sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
SASS adalah usaha patungan pertama antara perusahaan farmasi AS dan Tiongkok, berkontribusi pada pengembangan industri farmasi di China.
Perusahaan farmasi asing lainnya juga menjual aset di China, mencerminkan tantangan ekonomi dan regulasi di pasar tersebut.
Bristol Myers Squibb, perusahaan obat asal Amerika Serikat, telah menyepakati penjualan 60% saham mereka dalam joint venture farmasi di China. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menyesuaikan sumber daya dengan kebutuhan bisnis global yang terus berkembang. Joint venture ini, bernama Sino-American Shanghai Squibb Pharmaceuticals Limited, berdiri sejak tahun 1982 dan merupakan kerja sama pertama antara Amerika Serikat dan China dalam bidang farmasi. Pabrik manufakturnya di Shanghai juga menjadi salah satu fasilitas manufaktur obat modern pertama di China. Pabrik tersebut menyediakan berbagai jenis obat seperti metformin dan parasetamol. Namun, Bristol Myers memutuskan menjual kepemilikan mereka karena dampak negatif dari gangguan rantai pasokan, perlambatan ekonomi di China, dan kebijakan harga obat yang menekan keuntungan. Langkah ini bukan hal yang unik, karena beberapa perusahaan farmasi asing lain seperti Sandoz dari Swiss dan UCB dari Belgia juga melakukan langkah serupa. Bristol Myers menyatakan komitmen untuk mendukung karyawan yang terdampak oleh perubahan ini. Situasi ini menunjukkan adanya tantangan yang signifikan dalam berbisnis di pasar farmasi China di tengah persaingan ketat dan regulasi yang berubah-ubah, yang berpotensi mempengaruhi ketersediaan obat dan inovasi di masa depan.

Analisis Ahli

Dr. Li Wei (Analis Ekonomi Farmasi)
Penarikan investasi oleh perusahaan farmasi asing di China menunjukkan kebutuhan akan reformasi kebijakan yang lebih menguntungkan bagi investor asing agar inovasi dan teknologi tetap berkembang di sektor farmasi China.