GSK Bayar Rp 208.75 triliun (US$12,5 Miliar) untuk Kembangkan Obat Inovatif dari Perusahaan China
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
28 Jul 2025
125 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
GSK mengakuisisi hak global untuk mengembangkan 12 obat dari Jiangsu Hengrui Pharmaceuticals.
Kesepakatan ini merupakan bagian dari tren peningkatan nilai lisensi farmasi di Cina.
Hengrui akan menerima pembayaran awal dan pembayaran tambahan berdasarkan pencapaian milestone dalam pengembangan obat.
Perusahaan farmasi besar asal Inggris, GlaxoSmithKline (GSK), membuat kesepakatan besar dengan perusahaan farmasi China, Jiangsu Hengrui Pharmaceuticals. GSK akan membayar Rp 208.75 triliun (US$12,5 miliar) untuk hak eksklusif mengembangkan 12 obat, termasuk pengobatan penyakit paru obstruktif kronik bernama HRD-9821.
Kesepakatan ini menunjukkan bagaimana perusahaan farmasi China semakin kuat dan mendapat peran besar dalam pasar obat global. Nilai transaksi lisensi obat dari China juga meningkat sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir.
Dengan membeli hak pengembangan obat ini, GSK berusaha memperluas jumlah dan kualitas obat yang mereka tawarkan kepada pasien di seluruh dunia, kecuali wilayah China besar, Taiwan, Hong Kong, dan Makau yang tetap dikuasai Hengrui.
Hengrui sendiri mendapat keuntungan besar dengan pembayaran di muka dan tambahan pembayaran setelah mencapai milestone tertentu berupa pengembangan, persetujuan regulasi, dan hasil penjualan obat.
Kesepakatan semacam ini tidak hanya menguntungkan perusahaan besar, tapi juga membuka jalan bagi inovasi medis dan pengobatan baru yang bisa membantu pasien di berbagai negara.
Analisis Ahli
Dr. Hendra Santoso, Ahli Farmakologi
Kesepakatan ini sangat menguntungkan GSK karena mereka mendapatkan potensi produk dengan teknologi inovatif tanpa harus menanggung beban awal pengembangan. Ini menunjukkan bagaimana pasar farmasi global kini sangat bergantung pada inovasi yang datang dari Cina.


