Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Perang Harga E-Commerce China: Risiko Besar dan Tekanan Laba Anjlok

Bisnis
Ekonomi Makro
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
16 Sep 2025
193 dibaca
2 menit
Perang Harga E-Commerce China: Risiko Besar dan Tekanan Laba Anjlok

Rangkuman 15 Detik

Persaingan harga antara e-commerce di China semakin intens dan dapat menyebabkan kerugian jangka pendek.
Perusahaan seperti Alibaba, Meituan, dan JD.com menggelontorkan miliaran dolar untuk memenangkan pasar ritel instan.
Regulator terus mengawasi persaingan ini untuk mencegah perang harga yang dapat merugikan industri.
Persaingan pasar ritel instan di China semakin kuat dengan Alibaba, Meituan, dan JD.com saling menawarkan diskon dan kupon secara besar-besaran untuk menarik konsumen. Masing-masing perusahaan menggelontorkan dana miliaran dolar demi merebut pangsa pasar, menyebabkan perang harga yang cukup sengit. Strategi ini membuat perusahaan besar merugi dalam jangka pendek hingga menengah karena laba mereka terkikis akibat besarnya dana yang dibakar untuk promosi dan subsidi. Para analis memperkirakan total dana yang dibakar bisa mencapai lebih dari 4 miliar dolar Amerika Serikat hanya dalam kuartal kedua tahun 2025. Persaingan tidak hanya berdampak pada keuntungan perusahaan tetapi juga memberikan tekanan deflasi pada ekonomi China, yang merupakan negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia. Kerugian yang terjadi di segmen pengiriman makanan diperkirakan paling besar dialami oleh Meituan dan JD.com. Regulator China terus mengingatkan perusahaan agar tidak melanjutkan perang harga yang merugikan semua pihak. Ketiga perusahaan lalu membuat pernyataan resmi untuk menahan pertarungan harga dan menunjukkan komitmen pada kebijakan pemerintah agar persaingan tetap sehat. Meski menghadapi kerugian jangka pendek, perusahaan optimis bahwa investasi ini akan terbayar dengan pertumbuhan nilai transaksi ritel instan yang diperkirakan bisa mencapai nilai fantastis dalam beberapa tahun ke depan, sekaligus memperkuat posisi mereka di pasar digital China.

Analisis Ahli

Kenneth Fong
Persaingan ini seperti permainan berisiko tinggi di mana pemain yang menyerah dulu akan merugi besar, dan situasi ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga festival belanja November.
Ying Wang
Komitmen perusahaan terhadap kebijakan pemerintah mencegah involusi akan membantu menormalkan dinamika persaingan secara bertahap.