AS Tampilkan Sistem Misil Jarak Menengah Typhon di Jepang Perkuat Pertahanan Asia
Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
16 Sep 2025
85 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Sistem Rudal Typhon menunjukkan komitmen AS dan Jepang dalam menghadapi ancaman regional.
Latihan Resolute Dragon melibatkan ribuan pasukan dan memperkuat kerjasama militer.
Peningkatan anggaran pertahanan di Asia, termasuk Jepang dan Taiwan, menunjukkan ketegangan yang meningkat dengan China.
Pada bulan Juni 2024, Amerika Serikat menempatkan sistem misil Typhon di Jepang untuk pertama kalinya sebagai bagian dari latihan militer besar bersama Jepang yang bernama Resolute Dragon. Sistem ini sangat canggih dan mampu menembakkan misil Tomahawk dengan jarak hampir 1.000 mil, cukup jauh untuk mencapai wilayah daratan China dan Rusia.
Latihan militer Resolute Dragon ini melibatkan sekitar 20.000 tentara dari AS dan Jepang dengan dukungan kapal perang dan baterai misil yang tersebar di seluruh wilayah Jepang. Tujuan utama latihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan pertahanan gabungan dan menciptakan tantangan strategis bagi musuh yang mengancam keamanan kawasan.
Sistem Typhon juga dapat meluncurkan misil SM-6 yang didesain untuk menyerang kapal dan pesawat pada jarak lebih dari 200 kilometer. Keunggulan sistem ini adalah kemampuannya menggunakan berbagai jenis amunisi sekaligus dan kemudahan dalam penyebaran yang cepat serta massal.
Sebelumnya, sistem Typhon sudah pernah ditempatkan di Filipina pada April 2024, yang menimbulkan protes dari China dan Rusia. Penempatan di Jepang semakin menegaskan niat Amerika untuk memperkuat dan memperluas kehadiran militernya di Asia Timur, terutama dalam menghadapi dominasi militer China di kawasan.
Selain itu, Jepang juga meningkatkan pengeluaran pertahanan mereka dengan membeli misil Tomahawk untuk kapal perang mereka dan mengembangkan sistem misil jarak menengah sendiri. Taiwan juga berencana meningkatkan anggaran militernya secara signifikan untuk memperkuat pertahanan menghadapi tekanan regional.
Analisis Ahli
Michael Greene (Penganalisis Militer Asia di CSIS)
Penempatan misil Typhon menandakan kesiapan AS beradaptasi dengan ancaman modern, memperkuat postur pertahanan yang memberikan pilihan cepat dan presisi, meskipun hal ini berisiko memicu eskalasi dengan Beijing.Bonnie Glaser (Direktur Proyek China di CSIS)
Sistem misil jarak menengah seperti Typhon adalah jensi baru dalam perlombaan senjata di Asia Pasifik yang menghadirkan tantangan besar bagi kestabilan regional jika tidak dikelola dengan bijaksana antara AS, Jepang, dan China.

