Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Rodatherm Luncurkan Energi Geothermal Inovatif dengan Pendanaan Rp 634.60 miliar ($38 Juta)

Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
startups (6mo ago) startups (6mo ago)
16 Sep 2025
225 dibaca
1 menit
Rodatherm Luncurkan Energi Geothermal Inovatif dengan Pendanaan Rp 634.60 miliar ($38 Juta)

Rangkuman 15 Detik

Rodatherm menggunakan pendekatan inovatif dalam teknologi geothermal yang dapat meningkatkan efisiensi energi.
Startup ini berhasil mengamankan pendanaan yang signifikan untuk membangun pabrik pilot di Utah.
Persaingan dalam industri geothermal sangat ketat dengan pemain-pemain besar seperti Fervo Energy yang telah mendapatkan pendanaan besar.
Rodatherm Energy adalah startup baru di bidang energi geothermal yang baru saja mengumumkan pendanaan sebesar Rp 634.60 miliar ($38 juta) . Mereka berencana membangun pilot plant di Utah yang akan menghasilkan listrik dengan teknologi inovatif. Startup ini menggunakan sistem loop tertutup yang diisi dengan refrigeran daripada menggunakan air sebagai media pemindahan panas, seperti yang biasa dilakukan perusahaan geothermal lain. Pendekatan ini dianggap lebih efisien dan ramah lingkungan. Rodatherm menyatakan bahwa teknologi mereka 50% lebih efisien dibandingkan sistem konvensional dan dapat mengurangi masalah yang biasa terjadi pada sistem terbuka seperti kebutuhan filter dan penggunaan air yang berlebihan. Meski menjanjikan, teknologi mereka berpotensi memiliki biaya pengeboran dan instalasi yang lebih tinggi. Hasil akhirnya akan terlihat setelah pilot plant selesai dibangun pada akhir 2026. Rodatherm menghadapi persaingan dari perusahaan besar seperti Fervo Energy dan XGS Energy yang sudah memiliki proyek besar dan kontrak untuk memasok listrik ke data center seperti Google dan Meta.

Analisis Ahli

Dr. Indra Kusuma (Ahli Energi Terbarukan)
Pendekatan loop tertutup menggunakan refrigeran memang menjanjikan efisiensi yang lebih tinggi dan mitigasi masalah kerusakan peralatan akibat kotoran, tapi keberhasilan komersial akan sangat tergantung pada biaya pengeboran yang bisa ditekan.
Prof. Siti Nurjanah (Pakare Energi Geotermal)
Teknologi ini menarik karena mengurangi penggunaan air yang sangat penting untuk keberlanjutan geothermal di daerah kering, namun butuh uji lapangan untuk membuktikan klaim efisiensi tersebut.