AI summary
iPhone Air menghadapi penundaan peluncuran di China karena masalah regulasi eSIM. Penggunaan eSIM pada iPhone Air memungkinkan desain yang lebih tipis dan meningkatkan efisiensi baterai. Apple berupaya untuk segera mendapatkan persetujuan agar iPhone Air dapat tersedia di pasar China. Apple baru saja mengumumkan model iPhone terbarunya yang bernama iPhone Air, sebuah ponsel yang sangat tipis dengan ketebalan hanya 5,6mm. Model ini menggantikan seri Plus sebelumnya dan hadir dengan fitur yang lebih sedikit agar bisa mencapai desain yang super ringkas.Salah satu fitur yang dikorbankan adalah slot kartu SIM fisik. iPhone Air hanya mendukung penggunaan eSIM, yaitu kartu SIM virtual yang memungkinkan pengguna tidak perlu memasang kartu SIM fisik pada ponsel mereka.Namun, eSIM di China menghadapi kendala karena operator telekomunikasi di negara ini harus mendapat persetujuan khusus dari pemerintah agar bisa menjual perangkat yang menggunakan eSIM. Hingga kini, lisensi tersebut belum didapatkan oleh operator China Mobile, China Telecom, dan China Unicom.Akibatnya, peluncuran iPhone Air yang rencananya bisa dipesan mulai 19 September 2025 di China ditunda tanpa tanggal pasti. Apple meminta maaf dan sedang berusaha keras agar perangkat ini bisa tersedia secepat mungkin setelah regulasi terpenuhi.Tim Cook, CEO Apple, menegaskan bahwa penggunaan eSIM membantu meningkatkan ketahanan baterai iPhone Air dengan memberi ruang lebih besar untuk baterai karena tidak perlu memasang slot kartu SIM fisik lagi.
Penundaan peluncuran iPhone Air di China menunjukkan betapa pentingnya regulasi lokal dalam teknologi global seperti eSIM. Apple harus menyesuaikan strategi produknya dengan aturan negara agar tidak kehilangan pangsa pasar penting seperti China.