Apple Hadapi Krisis AI Setelah Pemimpin Senior Tinggalkan Perusahaan
Teknologi
Kecerdasan Buatan
15 Sep 2025
263 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Apple merilis iPhone 17 dengan model baru 'Air' dan peningkatan AI.
Robby Walker, petinggi AI di Apple, meninggalkan perusahaan di tengah tantangan pengembangan AI.
Persaingan dalam sektor AI semakin ketat, dengan Meta merekrut talenta dari Apple.
Apple baru saja meluncurkan seri iPhone 17 dengan inovasi model super tipis 'Air' yang menggantikan varian 'Plus'. Mereka juga memperkenalkan peningkatan dalam teknologi AI bernama Apple Intelligence, meskipun belum ada terobosan signifikan yang mengejutkan publik.
Namun, di balik kemeriahan peluncuran, Apple menghadapi masalah serius dalam pengembangan teknologi AI. Robby Walker, salah satu petinggi senior AI Apple, memutuskan meninggalkan perusahaan pada bulan depan setelah bekerja sejak 2013.
Kepergian Walker ini terjadi saat Apple tampak tertinggal dalam pengembangan AI, seperti integrasi dengan ChatGPT dari OpenAI dan peningkatan Siri yang harus ditunda hingga tahun depan, menimbulkan kekhawatiran Apple kehilangan momentum dalam gelombang pertumbuhan AI.
Selain Walker, sejumlah talenta AI Apple juga berbondong-bondong pindah ke Meta Platforms, termasuk Ruoming Pang, serta dua peneliti lainnya yang turut memperlemah posisi Apple dalam pengembangan AI.
Krisis ini juga berdampak pada kepercayaan internal, termasuk CEO Tim Cook yang ragu pada kemampuan kepala AI John Giannandrea. Kini, Apple dituntut mempercepat inovasi dan perbaikan agar dapat bertahan dan bersaing dalam revolusi teknologi AI.
Analisis Ahli
John Giannandrea
Kepemimpinan dalam AI membutuhkan adaptasi cepat dan inovasi berkelanjutan, dan Apple harus lebih agresif untuk mempertahankan relevansi di bidang ini.Tim Cook
Fokus Apple pada pendekatan hati-hati memang penting, namun bisa berisiko jika tidak diimbangi dengan kecepatan pengembangan teknologi yang kompetitif.
